Selasa, 18 September 2018

Dua WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh dari berbagai elemen melakukan aksi menuntut pembebasan ABK asal Indonesia yang menjadi sandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di depan Kedubes Filipina, Jakarta, 14 Juli 2016. Aksi itu juga mendesak Pemerintah Filipina untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam upaya pembebasan sandera. ANTARA/Wahyu Putro A

    Buruh dari berbagai elemen melakukan aksi menuntut pembebasan ABK asal Indonesia yang menjadi sandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di depan Kedubes Filipina, Jakarta, 14 Juli 2016. Aksi itu juga mendesak Pemerintah Filipina untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam upaya pembebasan sandera. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua Warga Negara Indonesia yang menjadi sandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Sulu, Filipina Selatan dibebaskan. Keduanya bernama La Utu bin Raali dan La Hadi bin La Adi.

    Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri RI Muhammad Iqbal mengatakan kedua sandera itu telah bebas pada Jumat, 19 Januari 2018 di Sulu, Filipina Selatan.  Kedua nelayan WNI asal Wakatobi itu diculik oleh kelompok Abu Sayyaf dari dua kapal ikan yang berbeda pada 5 November 2016 di perairan Kertam, Sabah, Malaysia.

    Baca juga: Lima WNI Sandera Abu Sayyaf Berada di Sulu  

    “Keduanya bebas sekitar pukul 19.30 WIB kemarin di Sulu, Filipina Selatan,” kata Muhammad Iqbal lewat keterangan tertulis pada Sabtu, 20 Januari 2018.

    Wakil Konsulat jenderal Republik Indonesia di Davao dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila, kata Iqbal, telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk proses pemulangan kedua WNI tersebut. “Saat ini La Utu dan La Hadi berada di pangkalan Joint Task Force di Sulu, Filipina Selatan. Jika cuaca memungkinkan, direncanakan siang ini keduanya akan diterbangkan,” kata dia.

    Keduanya, lanjut Iqbal, akan diterbangkan dengan helikopter ke sebuah Provinsi di Filipina, Zamboanga Sibugay untuk diserahterimakan kepada Konsulat Jenderal RI Davao, mewakili Pemerintah Indonesia. “Mereka akan segera dipulangkan ke Indonesia setelah melalui pemulihan dan mendapatkan exit clearance dari imigrasi Filipina,” kata dia.

    Baca juga: Hindari Penangkapan, Abu Sayyaf Pisahkan Sandera Indonesia

    Sebelumnya, pada 8 November 2016, tiga hari setelah kejadian penyanderaan La Utu dan La Hadi oelh kelompok Abu Sayyaf, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah melakukan kunjungan ke pelabuhan Sandakan, Sabah, Malaysia guna bertemu dengan istri dua sandera itu serta ratusan nelayan Indonesia lainnya.

    Dalam kunjungan tersebut, Menlu Retno menyampaikan komitmen bahwa Pemerintah akan berupaya membebaskan keduanya. Sejak kejadian, Kemlu terus berkomunikasi dengan keluarga menyampaikan perkembangan upaya pembebasan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.