Koleksi Mobil Mewah, Bambang Soesatyo Akan Perbaiki LHKPN

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo menyampaikan sambutan seusai dilantik sebagai Ketua DPR dalam rapat paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 15 Januari 2018. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ketua DPR Bambang Soesatyo menyampaikan sambutan seusai dilantik sebagai Ketua DPR dalam rapat paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 15 Januari 2018. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo mengatakan bakal memperbaiki laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengaku terakhir kali melaporkan LHKPN pada 2016.

    "Pasti nanti ada perbaikan-perbaikan. Menurut undang-undang, kalau itu akan ada perbaikan, kita mengajukan perbaikan, kan lewat online," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 19 Januari 2018.

    Baca juga: Di Balik Penunjukan Bambang Soesatyo Jadi Ketua DPR

    Sebelumnya, KPK meminta Bambang Soesatyo, yang juga politikus Golkar, memperbarui laporan kekayaannya. Terlebih ketika Bambang menempati jabatan baru sebagai ketua dewan.

    Desakan untuk melaporkan laporan kekayaan muncul setelah beredar foto Bambang dengan mobil mewah dan jet pribadinya. Berdasarkan laporan harta kekayaan yang diserahkan ke KPK sebelumnya, koleksi mobil mewah Bambang Soesatyo antara lain Toyota Vellfire, Land Rover, Jeep Rubicon, Porsche Cayenne, Ferrari California, Rolls-Royce Phantom, dan Mercedes-Benz S400.

    Baca juga: Jadi Ketua DPR, Bambang Soesatyo Masih Merasa Jadi Wartawan

    Koleksi itu belum termasuk mobil barunya, Tesla. Untuk mobil ini, kata Bambang, dia harus menjual mobil Alphard-nya. "Ya, namanya hobi, enggak beli terus, tapi juga jual, kemaren baru jual Alphard," katanya. Ia mengaku belum melaporkan mobil barunya dalam laporan kekayaan. Dalam laporan LHKPN pada 2016, tercatat harta Bambang Soesatyo mencapai Rp 62,7 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.