Pimpinan KPK Klaim Sudah Memeriksa Ajudan Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. ANTARA

    Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif menyatakan, komisi antirasuah telah memeriksa ajudan Setya Novanto, Ajun Komisaris Reza Pahlevi. Pemeriksaan itu dilakukan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Januari 2018.

    "Reza sudah diperiksa kemarin di KPK," kata Laode saat dihubungi Tempo, Jumat, 19 Januari 2018.

    Laode memaparkan, Reza datang atas inisiatif sendiri. Adapun Reza ditemani oleh anggota Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. "Sesuai dengan aturan internal polri," ujar Laode.

    Baca juga: Agung Laksono Tolak Jadi Saksi Fredrich Yunadi, Begini Kata KPK

    Laode tak mengetahui berapa lama pemeriksaan itu dilakukan. Ia belum menanyakannya ke penyidik KPK yang memeriksa Reza.

    Sebelumnya, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Reza pada Rabu, 10 Januari 2018. Sayangnya, Reza mangkir sehingga rencana pemeriksaan diundur pada Senin, 15 Januari 2018. Namun, Reza kembali absen.

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah, berujar KPK memerlukan keterangan Reza terkait penyelidikan kasus obstruction of justice (OJ) atau menghalangi proses penyidikan Setya Novanto untuk dua tersangka OJ. Dua tersangka OJ itu adalah bekas pengacara Setya, Fredrich Yunadi dan dokter spesialis penyakit dalam Ruma Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo.

    KPK telah mencegah Reza bepergian ke luar negeri untuk enam bulan terhitung sejak 8 Desember 2017.

    Febri mengklaim sulit menghadirkan Reza karena kendala teknis, seperti waktu dan tempat pemeriksaan. KPK dan kepolisian, kata Febri, memiliki nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) terkait dengan tempat pemeriksaan anggotanya dalam perkara tertentu.

    Baca juga: Polri Belum Terima Surat Pemeriksaan Ajudan Setya Novanto

    "Berdasarkan MOU memungkinkan pemeriksaan di kantor masing-masing," ucapnya. Koordinasi ihwal tempat pemeriksaan inilah, menurut Febri, yang berlangsung alot.

    Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Martuani Sormin tak melarang KPK memeriksa ajudan Setya Novanto itu. Namun Polri mensyaratkan pemeriksaan harus dilakukan di Mabes Polri, bukan di gedung KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.