Minggu, 22 September 2019

Dua Kubu Hanura Sama-sama Sebut Ingin Berdamai

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Katua Umum Partai Hanura Marsekal Madya (Purn) Daryatmo memberi sambutan saat Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di DPP Partai Hanura, Cilangkap, Jakarta, 18 Januari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    Katua Umum Partai Hanura Marsekal Madya (Purn) Daryatmo memberi sambutan saat Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di DPP Partai Hanura, Cilangkap, Jakarta, 18 Januari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua kubu Partai Hanura, kubu Oesman Sapta Odang atau OSO dan Sarifuddin Sudding, sama-sama menyebut ingin berdamai di tengah ketegangan hubungan setelah terjadi aksi saling pecat antara keduanya.

    "Kami membuka pintu untuk bersama kembali, tapi tentu dengan formasi yang ada karena sudah diakui pemerintah," kata Wakil Ketua Umum Partai Hanura I Gede Pasek di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan pada Kamis, 18 Januari 2018.

    Baca: Munaslub Hanura Kubu Sudding: Daryatmo Gantikan Oesman Sapta

    Di tengah kemelut Partai Hanura, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sumatera Selatan Mularis Djahri sempat menuding Oesman Sapta Odang menyelewengkan uang partai sebesar RP 200 miliar. "Hati-hati kalau menuding tanpa bukti, karena menggelapkan uang itu pidana. Tapi karena kita masih keluarga, kalau minta maaf maka akan kami terima," kata Gede Pasek.

    Di lain pihak, Ketua Umum Partai Hanura Daryatmo, yang terpilih lewat Munaslub Bambu Apus kubu Sudding, juga meminta agar tidak ada lagi kubu-kubuan di tubuh Partai Hanura seusai musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) II Partai Hanura di kantor DPP Partai Hanura, Jalan Hankam Mabes, Bambu Apus, Jakarta Timur pada Kamis, 18 Januari 2018. "Setelah ini tidak ada lagi kubu-kubuan, kita harus solid menyambut Pilpres 2019," kata Daryatmo.

    Baca: Refly Harun: Oesman Sapta Merugikan Hanura di Tahun Politik

    Untuk menyelesaikan konflik internal di tubuh Partai Hanura itu, kata Daryatmo, ia siap bertemu dengan mantan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang kapan pun dia dipanggil. "Kalau diinginkan, sekarang pun saya siap menghadap," kata Daryatmo.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi pernah memuji Partai Hanura saat menghadiri ulang tahun partai tersebut di Marina Convention Center, Semarang. Jokowi mengatakan Hanura sebagai partai yang paling adem. "Partai Hanura ini adalah partai yang paling adem, partai yang paling rukun tidak pernah berantem, paling solid. Memang namanya saja kan bagus, Hati Nurani Rakyat," kata Jokowi dalam sambutannya pada ulang tahun ke-11 Partai Hanura, Sabtu, 23 Desember 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe