Minggu, 22 September 2019

Agung Laksono Menolak Jadi Saksi Menguntungkan Fredrich Yunadi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum Partai Golkar hasil munas Ancol, Agung Laksono menjawab pertanyaan awak media, di Jakarta, 31 Desember 2015. Agung Laksono meminta kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat agar pencalonan Ketua DPR untuk menggantikan Setya Novanto ditunda. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua umum Partai Golkar hasil munas Ancol, Agung Laksono menjawab pertanyaan awak media, di Jakarta, 31 Desember 2015. Agung Laksono meminta kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat agar pencalonan Ketua DPR untuk menggantikan Setya Novanto ditunda. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menolak bersaksi untuk tersangka dugaan menghalangi penyidikan, Fredrich Yunadi. Penolakan itu setelah Agung memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi meringankan untuk bekas pengacara Setya Novanto itu, Kamis, 18 Januari 2018.

    Meski begitu, ia tetap menghormati proses hukum di KPK. "Di dalam saya menyatakan saya tidak bersedia menjadi saksi yang menguntungkan bagi Saudara Fredrich Yunadi," kata Agung seusai pemeriksaan di gedung KPK.

    Baca: Alasan Fredrich Yunadi Minta Agung Laksono Jadi Saksi

    Agung menduga pengajuannya sebagai saksi meringankan karena keberadaannya di Rumah Sakit Medika, Permata Hijau, setelah Setya Novanto kecelakaan. "Saya tak mau beri keterangan, tapi saya berikan sedikit gambaran. Saya datang dan memang saya akui saya datang ke sana," kata dia.

    Agung menyatakan menolak pemeriksaan dengan status sebagai saksi yang menguntungkan Fredrich. "Artinya, saya tak mengenal, tak mengetahui, dan tak ingin terlibat dalam perkara ini," katanya.

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan pemeriksaan Agung Laksono sebagai saksi meringankan untuk Fredrich adalah upaya pemenuhan hak-hak tersangka oleh penyidik. Ia menyebutkan terdapat sejumlah saksi lain yang diajukan Fredrich. Febri menolak merinci. "Ada baiknya itu ditanyakan langsung ke FY. Saksi yang diajukan, kita akan lakukan pemanggilan," katanya.

    Simak: Fredrich Yunadi Daftarkan Gugatan Praperadilan Lawan KPK

    Febri pun enggan mengomentari penolakan Agung dalam memberikan kesaksian. "Itu hak saksi," kata dia. Yang penting, kata Febri, KPK memenuhi hak-hak Fredrich untuk mengajukan saksi yang meringankan. "Jadi kalau mengacu ke KUHAP kita sudah melakukan kewajiban."

    KPK tengah memeriksa dugaan rekayasa data medis Setya. Bersama bekas pengacara Setya, Fredrich Yunadi, dokter Bimanesh Sutardjo ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Rabu, 10 Januari 2018. Keduanya diduga merekayasa data medis Setya.

    Selain itu, KPK mengagendakan memeriksa tiga dokter sebagai saksi yang meringankan Bimanesh. Tapi ketiganya menolak. Tiga dokter itu adalah profesor Budi Sampoerna, profesor Zubairi Djoerban, dan dokter Prasetyono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.