Jokowi Bicara Pentingnya Pembangunan UIII di Depok

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kedua kanan) berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) disela-sela menyaksikan laga persahabatan antara Indonesia melawan Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 14 Januari 2018. ANTARA

    Presiden Jokowi (kedua kanan) berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) disela-sela menyaksikan laga persahabatan antara Indonesia melawan Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 14 Januari 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia atau UIII di Depok, Jawa Barat bisa segera dimulai dan diselesaikan. Sebab, menurut ia, pembangunan itu penting sifatnya.

    "Walaupun sudah banyak universitas Islam di Indonesia, universitas internasional ini dibentuk tidak hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi untuk menjawab kebutuhan masyarakat internasional, terutama umat Islam internasional," ujar Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Kamis, 18 Januari 2018

    Jokowi pun mengingatkan, sudah lebih dari setahun berlalu sejak ia menandatangani Peraturan Presiden soal pembangunan UIII yang nilainya Rp 400 miliar. Oleh karenanya, ia tidak mau pembangunan itu molor.

    Baca juga: Pemerintah Dirikan Universitas Islam Internasional di Depok  

    Adapun setelah UIII selesai dibangun, Jokowi mengatakan kampus itu akan menonjolkan pengajaran terhadap peradaban dan Ilmu Islam yang berkembang di Indonesia. Sebab, hal itu dianggap baik oleh negara-negara tetangga.

    "Dalam pertemuan Organisasi Kerjasama Islam beberapa waktu lalu, beberapa pemimpin Timur Tengah menyarankan agar pemuda-pemuda mereka yang ke Indonesia belajar soal Islam sementara pemuda Indonesia yang ke universitas di Timur Tengah belajar perminyakan," ujar Presiden Jokowi.

    Sebelumnya pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia yang berada di area bekas kawasan menara RRI, Cimanggis, dikhawatirkan akan merusak peninggalan bersejarah Rumah Cimanggis.

    Baca juga: Jusuf Kalla: Tak Ada yang Perlu Dibanggakan dari Rumah Cimanggis

    Sebabnya ada pernyataan yang menyebut Rumah Cimanggis akan dirobohkan demi pembangunan UIII. Berbagai komunitas di Kota Depok pun menuntut Presiden Jokowi lewat sebuah petisi untuk mempertahankan situs Rumah Cimanggis.

    Sekelompok warga Depok pun menggelar acara di Rumah Cimanggis untuk menuntut pemerintah merestorasi kawasan itu dan menjadikannya museum kota.

    Rumah Cimanggis adalah bangunan bekas peninggalan Gubernur Jenderal VOC Petrus Albertus van der Parra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.