Besuk Setya Novanto Saat Buron, Agung Laksono Diperiksa KPK

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menyempatkan diri menengok ribuan karangan bunga yang bertengger di halaman Balai Kota, Jumat, 28 April 2017. TEMPO/Larissa

    Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menyempatkan diri menengok ribuan karangan bunga yang bertengger di halaman Balai Kota, Jumat, 28 April 2017. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Agung mengaku ke KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan karena mengunjungi Setya Novanto di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

    "Terkait kunjungan saya ke rumah sakit untuk membesuk Pak Novanto beberapa waktu yang lalu," kata Agung sesaat kedatangannya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Januari 2017. Pada saat itu, Setya Novanto sedang menjadi buronan KPK karena tak kunjung mememuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka korupsi KTP elektronik.

    Baca: Setya Novanto Jalani Sidang Lanjutan Hari Ini

    Agung datang sekitar pukul 10.00. Dalam agenda pemeriksaan komisi, nama Agung sebenarnya tak masuk dalam jadwal pemeriksaan.

    Kini KPK tengah memeriksa dugaan rekayasa data medis Setya. Bersama bekas pengacara Setya, Fredrich Yunadi, dokter yang merawat Setya, Bimanesh Sutardjo dijadikan tersangka oleh KPK pada Rabu, 10 Januari 2018. Keduanya diduga merekayasa data medis Setya. Rekayasa itu diduga untuk menghindarkan Setya dari pemeriksaan KPK.

    Baca juga:
    KPK Buru Semua yang Terlibat Drama Kecelakaan Setya Novanto ...
    Fredrich Yunadi dan Bimanesh Diduga ...

    Setya mengalami kecelakaan di daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan setelah dinyatakan buron oleh KPK. Mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B-1732-ZLO, yang ditumpangi Setya bersama kontributor Metro TV, Hilman Mattauch, menabrak tiang listrik.

    Kemarin, KPK juga mengagendakan pemeriksa terhadap tiga dokter sebagai saksi yang meringankan Bimanesh. Tapi ketiganya menolak. Tiga dokter itu adalah Profesor Budi Sampoerna, Profesor Zubairi Djoerban, dan dokter Prasetyono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.