Konflik Internal Partai Hanura, Begini Mulanya...

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dewan Penasihat Hanura Chairuddin Ismail membuka acara musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Kubu Sarifuddin Sudding di bilangan Bambu Apus, Cilangkap, Jakarta Timur,18 Januari 2018. TEMPO/ewi Nurita

    Dewan Penasihat Hanura Chairuddin Ismail membuka acara musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Kubu Sarifuddin Sudding di bilangan Bambu Apus, Cilangkap, Jakarta Timur,18 Januari 2018. TEMPO/ewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Hanura yang digelar kubu Sekretaris Jenderal Sarifuddin Sudding untuk memecat Ketua Umum Oesman Sapta Odang adalah akumulasi dari masalah-masalah sebelumnya yang makin lama makin panas. Apa pangkal masalah itu?

    Kisruh di Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dimulai dari surat keputusan ganda untuk pasangan calon yang diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah Purwakarta 2018. Komisi Pemilihan Umum Daerah Purwakarta menolak pendaftaran bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati usungan Gerindra dan Hanura, Rustandie-Didik.

    Baca:
    Sarankan Hanura Tak Pertahankan Oso, Ini ...
    Oesman Sapta Odang Anggap Munaslub Partai ...

    Masalahnya, pasangan Anne Ratna Mustika-Aming sebelumnya telah mendaftar dengan SK yang ditanda tangani oleh Oesman dan Sudding. Sedangkan Rustandie-Didik juga mendaftar dengan SK yang ditanda tangani Oesman dan Wakil Sekjen Berny Tamara.

    Oesman juga dinilai memecat tanpa dasar enam Ketua DPD Hanura. Enam DPD yang ketuanya diberhentikan adalah DPD provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan terakhir Sumatera Selatan. Belakangan, Ketua DPD Sumatera barat Marlis Alina dipecat.

    Seorang petinggi Partai Hanura menyebutkan tindakan saling jegal itu dipicu oleh kasus pungutan mahar politik pemilihan kepala daerah tahun ini. Menurut dia, Oesman kerap mengubah rekomendasi untuk bakal calon kepala daerah. “Perubahan dilakukan tanpa sepengetahuan Sekjen,” kata dia.

    Simak:
    Keakraban Wiranto dan OSO di Tengah Konflik ...
    Kisruh Internal, 16 DPD Hanura Ancam Keluar ...

    Dua masalah itu memicu gelombang mosi tidak percaya 27 DPD dan 418 DPC terhadap kepemimpinan Oesman dalam rapat yang digelar di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, pada Senin, 15 Januari 2018. Sudding memimpin penyampaian mosi tidak percaya itu.

    Mereka juga memutuskan untuk memberhentikan Oesman dari kursi ketua umum. Wakil Ketua Umum Partai Hanura Marsekal Madya (Purn) Daryatmo ditunjuk sebagai pelaksana tugas ketua umum.

    Baca juga:
    Hanura Berkonflik, Wiranto: Tidak Ada Munas ...
    Gara-gara Mahar Pilkada, Pemimpin Hanura ...

    Di saat bersamaan, Oesman juga menggelar rapat di Hotel Manhattan, Jakarta, dan memecat Sudding. Ia menunjuk anggota DPR RI Herry Lotung Siregar sebagai sekretaris jenderal yang baru. Oesman menganggap Sudding menciderai marwah partai dengan menggelar rapat ilegal.

    Ketua Dewan Pembina sekaligus salah satu pendiri Partai Hanura, Wiranto, mengatakan akan segera mengambil sikap atas konflik itu. "Hanura memang sedang menghadapi kemelut,”  kata Wiranto di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu, 17 Januari 2018. Sebagai pembina dan pendidi partai berjanji melakukan langkah yang elegan dan bermartabat untuk menyelesaikan konflik Oesman-Sudding.

    ADAM PRIREZA | DEWI NURITA | ARKHEALAUS WISNU | INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.