Cerita Moeldoko, Dikontak Istana Tengah Malam untuk Pelantikan

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko selepas pelantikannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Teten Masduki di Istana Negara, Jakarta, 17 Januari 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko selepas pelantikannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Teten Masduki di Istana Negara, Jakarta, 17 Januari 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta -Jenderal Purnawirawan Moeldoko mengaku baru mendapat kabar bahwa dia akan dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan pada Selasa 16 Januari 2018 tengah malam.

    "Saya tahunya Selasa malam ya jam 23.45 WIB kalau enggak salah. Ada WA saya. Saya kebetulan pas bangun malam, jam 02.30 WIB saya lihat, kok ada WA. Pagi-pagi saya tanya belum dijawab lagi," kata Moeldoko setelah acara serah terima jabatan dengan pejabat sebelumnya Teten Masduki di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 17 Januari 2018.

    BACA: Moeldoko Gantikan Teten, KSP Dipimpin Lagi oleh Figur Militer

    Moeldoko pun menceritakan kepanikan sang istri, yang "kelabakan" mencarikan pakaian nasional untuk dia kenakan. Namun dia mengaku tetap santai, dan berusaha menikmati apa yang sedang dia hadapi.

    "Istri saya kelabakan karena harus pakai uniform nasional, kan gitu. Tapi ya sudah kita nikmatin," katanya.

    Pria kelahiran Kediri 8 Juli 1957 itu mengaku beberapa kali berkomunikasi secara langsung dengan Presiden Joko Widodo sebelumnya.

    Baca: 
    Moeldoko Jadi Pengganti Teten Masduki, Idrus...
    Presiden Jokowi Reshuffle Kabinet Pagi Ini

    "Kalau komunikasi dengan Presiden, kebetulan beberapa kali berkomunikasi. Tetapi kan kalau tentara itu mengenal istilah lima menit terakhir. Jadi situasi lima menit terakhir itu yang menentukan," kata Mantan Panglima TNI itu.

    Moeldoko juga menyatakan sudah berkoordinasi dengan Teten Masduki, antara lain berkenaan dengan konsolidasi organisasi.

    "Kenapa harus dikonsolidasikan? Karena saya harus memahami dulu berbagai persoalan, selanjutnya kita harus segera akselerasi karena kita dituntut oleh waktu," katanya.

    Moeldoko mengatakan dia akan melihat efektivitas organisasi, tidak akan serta merta mengganti deputi-deputi Kepala Staf Kepresidenan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.