Minggu, 22 September 2019

KPK Panggil Tiga Dokter untuk Jadi Saksi Bimanesh Sutarjo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, memasuki mobil usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, 12 Januari 2018. KPK menahan Bimanesh karena diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. TEMPO/Imam Sukamto

    Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, memasuki mobil usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, 12 Januari 2018. KPK menahan Bimanesh karena diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga dokter sebagai saksi dalam perkara obstruction of justice atau merintangi penyidikan dengan tersangka Bimanesh Sutarjo. Saksi tersebut adalah Profesor Budi Sampoerna, Profesor Zubairi Djoebran, dan dokter Prasetyono.

    "Diperiksa sebagai saksi untuk BTS," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, saat dihubungi Tempo pada Rabu, 17 Januari 2018.

    Baca: ICW Minta KPK Kejar Pelaku Selain Fredrich Yunadi dan Bimanesh

    Bimanesh Sutarjo merupakan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau yang menangani Setya Novanto seusai insiden kecelakaan pada 16 November 2017. Bimanesh sempat memberikan pernyataan kepada media mengenai kondisi kesehatan Setya kala itu.

    Bersama bekas pengacara Setya, Fredrich Yunadi, Bimanesh ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Rabu, 10 Januari 2018. Keduanya diduga merekayasa data medis Setya. Rekayasa itu diduga untuk menghindarkan Setya dari pemeriksaan KPK.

    Baca: IDI: Bimanesh Sudah Diperiksa Sebelum Jadi Tersangka KPK

    Hari ini, Bimanesh juga dijadwalkan datang ke KPK. Dokter spesialis penyakit dalam itu akan diperiksa sebagai saksi untuk Fredrich Yunadi. "Juga diperiksa untuk FY," tutur Febri.

    Setya Novanto mengalami kecelakaan di sekitar Permata Hijau, Jakarta Selatan, setelah sempat dinyatakan buron oleh KPK. Mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B-1732-ZLO yang ditumpangi Setya bersama kontributor Metro TV, Hilman Mattauch, menabrak tiang listrik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.