Minggu, 22 September 2019

Tingkatkan Mutu, Banda Aceh Kirim Guru Belajar ke Malaysia

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan guru hadir di puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang  dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Patriot Candrabhaga, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu, 2 Desember 2017. Tempo/Dewi Nurita

    Ribuan guru hadir di puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Patriot Candrabhaga, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu, 2 Desember 2017. Tempo/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Para guru sekolah dasar di Kota Banda Aceh bakal dikirim untuk belajar ke Malaysia. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Banda Aceh.

    "Ini sejalan dengan misi Banda Aceh, pendidikan merupakan hal yang utama untuk memajukan suatu daerah," kata Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin saat membuka sosialisasi Program Pendidikan S-2 dan S-3 Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Perak, Malaysia, di Aula Balai Kota Banda Aceh, Selasa, 16 Januari 2018.

    Baca juga: Sri Mulyani Mulai Rintis Dana Abadi untuk Pendidikan

    Sosialisasi tersebut dihadiri langsung Dekan Fakultas Pendidikan dan Pembangunan Manusia UPSI Siti Eshah binti Mukhsin dan sejumlah dosen dari negeri jiran tersebut.

    Menurut Zainal, kemajuan suatu daerah tidak terlepas dari sumber daya manusia yang andal, berkualitas, dan bertanggung jawab. Karena itu, diperlukan sistem dan pengelolaan pendidikan yang lebih profesional melalui jalur akademis.

    Baca juga: Tingkatkan Pendidikan Vokasi, Indonesia Sontek Thailand

    Ihwal pengiriman guru ke Malaysia, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Syaridin mengatakan pengiriman guru ke Fakultas Pendidikan dan Pembangunan Manusia UPSI, Perak, Malaysia, akan dilakukan tahun ini. "Tentu kami seleksi dulu, jumlahnya belum ditentukan,” ujar dia.

    Menurut dia, pada 2017, jumlah guru yang dikirimkan adalah 32 orang. Mereka adalah para guru sekolah menengah pertama. Untuk 2018, guru-guru yang akan dikirimkan adalah guru pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe