PDIP Sebut Partisipasi Kadernya dalam Pilkada 2018 Meningkat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menangis saat memberikan keterangan kepada wartawan, di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Tengku Umar, Jakarta, 6 Januari 2017. Mundurnya Azwar Anas setelah beredarnya sejumlah foto yang diduga mirip Bupati Banyuwangi tersebut. ANTARA FOTO

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menangis saat memberikan keterangan kepada wartawan, di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Tengku Umar, Jakarta, 6 Januari 2017. Mundurnya Azwar Anas setelah beredarnya sejumlah foto yang diduga mirip Bupati Banyuwangi tersebut. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusung 96 kadernya untuk bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan jumlah tersebut terdiri dari 44 kader calon kepala daerah dan 52 kader calon wakil kepala daerah.

    "Partisipasi kader partai semakin meningkat," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 16 Januari 2018.

    Baca juga: Dituduh Hina PDI Perjuangan, Ahmad Shobirin Diperiksa Polisi

    Dalam Pilkada 2018, PDIP juga bekerja sama dengan partai-partai lain. Dari 171 daerah yang melaksanakan Pilkada serentak, kerja sama PDIP dengan Partai Golkar dan Partai Hanura menjadi yang terbanyak, yakni di 54 daerah.

    Berikutnya kerja sama dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terjadi di 52 daerah, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di 46 daerah, Partai Amanat Nasional (PAN) di 51 daerah, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di 32 daerah, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di 29 daerah.

    Baca juga: Megawati Umumkan Kepala Daerah Empat Provinsi untuk Pilkada 2018

    Hasto memaparkan, konfigurasi kerja sama politik itu menunjukkan adanya perbedaan antara dinamika politik nasional dengan daerah. "Hal ini terjadi karena aspek historis, kultur dan dinamika politik lokal," ujar Hasto.

    Dia menambahkan PDIP tak hanya melihat hasil, tapi juga bagaimana proses melahirkan pemimpin itu terjadi. Ini sesuai dengan arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang meminta partai banteng moncong putih itu memperhatikan aspek ideologi, kepemimpinan, kepribadian yang baik, dan rekam jejak dalam memilih calon kepala daerah. "Sebab yang kami cari adalah pemimpin untuk rakyat," kata Hasto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.