Sejarawan JJ Rizal Kritik Wapres JK soal Rumah Cimanggis

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pencinta sejarah Depok mendatangi Rumah Cimanggis, bangunan peninggalan zaman VOC di kawasan Studio RRI Kota Depok, Ahas, 7 Januari 2018. Mereka menolak Rumah Cimanggis dirobohkan untuk pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). TEMPO/Irsyan Hasyim

    Para pencinta sejarah Depok mendatangi Rumah Cimanggis, bangunan peninggalan zaman VOC di kawasan Studio RRI Kota Depok, Ahas, 7 Januari 2018. Mereka menolak Rumah Cimanggis dirobohkan untuk pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Depok - Sejarawan JJ Rizal menyebutkan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengenai rumah peninggalan VOC di Cimanggis, Depok, menunjukan pemerintah masih dijangkiti penyakit hongeroedeem alias busung lapar sejarah. Pernyataan JK disebutnya ibarat pohon kering yang tak punya akar, sehingga tak memberi keteduhan.

    "Beberapa hal yang secara faktual bermasalah, bahkan berbahaya dari pernyataan Pak JK," ujar Rizal kepada Tempo, Selasa, 16 Januari 2018.

    Rizal mengatakan seharusnya busung lapar sejarah itu lenyap saat pemerintah mendeklarasikan Nawacita sebagai jalan politik untuk kepemimpinan Jokowi-JK. Butir kedelapan Nawacita, kata Rizal, menegaskan pentingnya pengajaran sejarah. "Bukankah situs sejarah adalah bagian dari medium pengajaran sejarah?" ujar dia.

    Baca juga:  Jusuf Kalla: Tak Ada yang Perlu Dibanggakan dari Rumah Cimanggis

    Apalagi, dia melanjutkan, sudah ada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang menjamin perlindungan benda dan bangunan bersejarah. Karena itu, Rizal menilai pernyataan JK mengabaikan amanah undang-undang tersebut.
     
    Rizal menambahkan, jika rumah Cimanggis dianggap tidak layak sebagai situs sejarah karena bekas bangunan penjajah yang korup, maka akan banyak sekali bangunan sejarah di Indonesia yang perlu dihancurkan dan dikoreksi karena tidak layak sebagai situs sejarah. Dia mencontohkan Museum Sejarah Jakarta dan seluruh area Kota Tua Jakarta yang menjadi pusat pemerintahan VOC yang juga berperilaku korup.
     
    "Istana Negara juga dirobohkan saja karena itu semula vila mewah pejabat VOC lalu dijadikan kantor gubernur jenderal VOC," ujar Rizal. Begitu juga dengan Istana Bogor yang pernah menjadi vila mewah gubernur jenderal VOC serta Kebun Raya Bogor yang merupakan laboratorium para ilmuwan kolonial.
     
     
    Bahkan di Makassar tempat JK berasal ada benteng Fort Rotterdam yang menjadi tanda awal kolonialisme Belanda di Indonesia timur yang dikepalai Speelman yang korup. "Daftar ini masih bisa ditambah panjang sekali," ujar Rizal.
     
    Menurut dia, bangunan-bangunan kolonial dipertahankan sama seperti bangunan prakolonial dengan kesadaran agar masyarakat bisa belajar dari masa lalu. Demikian juga rumah Cimanggis. Rizal menyampaikan bahwa situs itu dilihat bukan untuk membanggakan tindakan korupsi, tetapi justru sebagai medium pelajaran agar jangan korupsi.
     
    "Oh iya, soal istri kedua yang dikesankan poligami, itu juga salah besar Pak JK, karena Van Der Parra menikah lagi setelah dua tahun ditinggal mati isterinya," kata Rizal.
     
    JK sebelumnya mengatakan tak ada yang bisa dibanggakan dari rumah Cimanggis. Situs tersebut adalah bekas rumah istri kedua pejabat VOC yang korup. Dia mengatakan ini merespons adanya penolakan pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia yang akan dibangun di dekat situs tersebut.

  • JK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.