Balkon BEI Ambruk, Polisi Periksa 10 Saksi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana setelah selasar atap Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) roboh di Jakarta, 15 Januari 2018. TEMPO/Subekti

    Suasana setelah selasar atap Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) roboh di Jakarta, 15 Januari 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi masih menyelidiki penyebab runtuhnya lantai mezanine Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat pada Senin, 15 Januari 2018. Hingga pukul 10.00 WIB, polisi telah memeriksa 10 saksi terkait ambruknya balkon Gedung BEI tersebut.

    “Ada sepuluh saksi dari sekuriti, mahasiswa teman-teman korban, dan pegawai yang ada di sana,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Selasa, 16 Januari 2018.

    Baca: Balkon BEI Ambruk, Polri Bakal Investigasi Cetak Biru Gedung

    Setyo mengatakan para saksi itu terdiri dari mahasiswa atau kerabat korban yang tengah berada di lokasi ketika kejadian. Selain itu, petugas sekuriti yang berjaga di resepsionis tepat di bawah balkon yang ambruk tersebut telah dimintai keterangan.

    Saat ini, kata Setyo, Kepolisian Daerah Metro Jaya masih melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi runtuhnya balkon tersebut. Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ade Hari memimpin olah TKP itu dan telah mengirimkan beberapa penyidiknya bersama dengan anggota Laboratorium Forensik serta beberapa personel dari Mabes Polri ke lokasi. “Kegiatan masih berlangsung sampai sekarang,” kata Setyo.

    Baca: Polisi Menduga Gedung BEI Lolos dari Pemeriksaan Berkala

    Konstruksi balkon lantai satu Gedung BEI Menara II ambruk saat jam makan siang sekitar pukul 12.00 WIB pada Senin, 15 Januari 2018. Tidak ada korban meninggal akibat peristiwa itu. Namun, sebanyak 77 orang mengalami luka-luka akibat tertimbun reruntuhan bangunan.

    Saat ini, para korban ambruknya balkon BEI itu dirawat di Rumah Sakit Siloam Semanggi, RS Angkatan Laut Mintoharjo, RS Pusat Pertamina, RS Jakarta, dan RS Tarakan. Hingga kini, sebanyak 13 korban akibat peristiwa itu telah dipulangkan usai menjalani perawatan di rumah sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.