Menteri Yohana: Motif Pembuat Video Porno Anak Adalah Ekonomi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yambise (duduk), Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah, Anies Baswedan (ketiga dari kanan), Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara (kedua kanan), Sekjen KPAI Erlinda ( kanan) dan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aries Merdeka Sirait (kedua kiri)  usai menandatangani petisi Aksi Gerakan Memutus Kekerasan Terhadap Anak di Bundaran HI Jakarta, 14 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yambise (duduk), Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah, Anies Baswedan (ketiga dari kanan), Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara (kedua kanan), Sekjen KPAI Erlinda ( kanan) dan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aries Merdeka Sirait (kedua kiri) usai menandatangani petisi Aksi Gerakan Memutus Kekerasan Terhadap Anak di Bundaran HI Jakarta, 14 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan motif ekonomi menjadi alasan para pelaku pembuat video porno melibatkan anak di bawah umur di Kota Bandung beberapa waktu lalu.

    "Pasti alasannya ekonomi dan ini memang selalu terjadi dimana-mana sehingga ini bisa kami dekati dan menjadi masukan buat Kementrian untuk bisa lihat isu perempuan dan termasuk salah satunya adalah mengakhiri kesenjangan," ujar Yohana kepada wartawan di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin, 15 Januari 2017.

    Baca juga: Polisi Tangkap Sindikat Pembuatan Video Porno Anak di Bandung

    Yohana datang langsung menemui pelaku pembuat ataupun aktor perempuan video berkonten bejat itu di Mapolda Jawa Barat pada Senin, 15 Januari 2018. Tragedi itu, kata dia, menjadi tamparan keras bagi moral bangsa Indonesia yang tengah bergeliat mendalami isu-isu perempuan dan perlindungan anak.

    "Saya sudah bertemu langsung dengan para pelakunya dan menanyakan alasan apa yang melatarbelakangi melakukan hal itu dan tugas saya sebagai menteri melindungi anak-anak Indonesia juga memperhatikan isu atau urusan perempuan di negara ini," ujar Yohana.

    Adapun untuk penanganan korban yang berjumlah 3 orang anak yang masing-masing masih berusia 11 dan 9 tahun kini sedang menjalani trauma healing oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat.

    "Jadi anak-anak ini yang menjadi korban sudah ditangani oleh P2TP2A dan ya sudah melihat secara langsung tadi kondisi anak-anak itu dalam keadaan baik, kita sempat bernyanyi bersama dan sempat dialog dengan psikolog," ujarnya.

    Baca juga: Video Viral Bocah, KPAI: Kejahatan yang Tak Bisa Ditoleransi

    Ketua P2TP2A Jawa Barat, Netty Prasetyani Heryawan mengatakan kondisi anak-anak korban video porno yang kini berada di shelter milik P2TP2A memang sudah berangsur pulih.

    "Sampai saat ini kita masih fokus kepada pemulihan trauma healing yang melibatkan dokter dan psikolog. Dan kehatan umum juga kejiwaannya bisa kita jamin sudah membaik dari hari ke hari," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.