Balkon BEI Ambruk, Polri Bakal Periksa Kontraktor Bangunannya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ambruknya selasar Gedung BEI diduga terjadi sekitar pukul 11.40 WIB.

    Ambruknya selasar Gedung BEI diduga terjadi sekitar pukul 11.40 WIB.

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi masih mencari tahu penyebab ambruknya balkon gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, Senin siang, 15 Januari 2018. Polisi akan mengusut cetak biru (blueprint) bangunan terkait ambruknya gedung tersebut.

    “Tiap bangunan punya blueprint, jadi pasti ada keterangan gedung itu kuat hingga berapa tahun. Misalnya, kuat hingga 25 tahun, tapi ini belum sampai umur segitu kok rubuh. Itu diselidiki,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, pada Senin, 15 Januari 2018.

    Baca: Selasar BEI Ambruk, Banyak Korban Tertimbun Konstruksi Beton

    Selain menyelidiki blueprint, Setyo mengatakan polisi juga akan memeriksa kontraktor gedung BEI. “Cari kontraktornya lalu konstruksinya seperti apa,” ucapnya.

    Konstruksi balkon lantai satu gedung BEI Tower 2 ambruk saat jam makan siang sekitar pukul 12.00. Saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab ambruknya balkon tersebut. Setyo memastikan bahwa penyebab ambruknya balkon tersebut bukan disebabkan oleh bahan peledak.

    Setyo juga belum bisa memastikan apakah robohnya balkon tersebut disebabkan oleh retakan. Menurut dia, kejadian ini tidak terduga karena struktur gedung BEI selama ini dianggap kuat.

    “Ini freak accident. Siapa sangka bangunan sehebat BEI bisa rubuh gitu kan? Ini aneh tapi nyata,” ucap Setyo.

    Baca: Selasar Ambruk, Ratusan Orang Dievakuasi dari Gedung BEI

    Meski demikian, Setyo menduga gedung BEI sempat lolos dari pemeriksaan berkala. “Gedung tinggi itu ada waktu tertentu untuk dicek, tidak mungkin tidak dicek. Mungkin ini lolos dari pengamatan,” ucap Setyo.

    Peraturan tentang pemeriksaan gedung secara berkala tertuang dalam Pasal 1 ayat 6 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Pasal itu menyebutkan pemeriksaan berkala adalah kegiatan pemeriksaan keandalan seluruh atau sebagian bangunan gedung, komponen, bahan bangunan, dan/atau prasarana dan sarananya dalam tenggang waktu tertentu guna menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung.

    Saat ini, para korban robohnya balkon gedung BEI dirawat di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo, dan Rumah Sakit Pusat Pertamina. Hingga pukul 15.15, total korban akibat peristiwa ini mencapai 77 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.