Ada Mosi Tidak Percaya, Hanura Kalbar Tetap Solid Dukung OSO

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPD Oesman Sapta Odang menggelar open house pada hari kedua Lebaran di rumahnya di Jalan Karang Asem Utara, Jakarta, 26 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    Ketua DPD Oesman Sapta Odang menggelar open house pada hari kedua Lebaran di rumahnya di Jalan Karang Asem Utara, Jakarta, 26 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    TEMPO.CO, Pontianak - Dewan Perwakilan Daerah Partai Hanura Kalimantan Barat menyatakan tetap mendukung Oesman Sapta Odang atau OSO sebagai Ketua Umum partai tersebut. Mereka tidak bersepakat dengan adanya rapat di Jakarta yang memecat OSO.

    "Kita tidak setuju adanya Musnalub liar di Jakarta, jadi kalau ada yang bilang DPD setuju itu bisa dipertanyakan. Karena kawan-kawan di sejumlah daerah juga bingung," kata Sekretaris DPD Partai Hanura Kalbar Harry Adryanto Daya di Pontianak pada Senin, 15 Januari 2018.

    Baca: Canda JK soal Kisruh Hanura: Kau Pilih yang Mana?

    Menurut Harry, sudah ada gerakan sekelompok orang yang tidak suka terhadap OSO karena menerapkan cara pilkada yang bersih dan menggalakan pengurus serta kader memiliki jiwa dan sikap yang bermoral agar dicintai rakyat. OSO, kata dia, meminta dan menjaga jangan sampai ada lagi kader-kader Hanura yang ditangkap KPK karena kasus korupsi, seperti Miryam S Haryani.

    "Kita dan teman-teman DPD Hanura di Indonesia yang saya hubungi mengaku terkejut dan masih solid. Dan kita tegaskan kita tidak setuju dan tidak mengakui rapat liar tersebut," ujar Harry.

    Baca: Hanura Pecat OSO, Wiranto Belum Menyatakan Sikap

    Ia mengaku mendapat informasi kalau Sekretaris Jenderal Syarifuddin Sudding yang menggelar rapat liar itu sudah mau dicopot. "Mungkin dia tahu makanya cepat membuat gerakan. Tapi itu tidak semudah itu, kita lihat saja nanti," kata Harry.

    Di Jakarta, Wakil Ketua Umum Partai Hanura Gede Pasek Suardika mengatakan pergantian ketua umum tidak bisa dilakukan melalui rapat yang hanya dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah. Pergantian ketua umum yang sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga harus dilakukan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

    Di tempat lain juga ada pertemuan yang dipimpin Sekretaris Jenderal Hanura Syarifudin Sudding. Pada pertemuan itu, ia dan sejumlah DPD menyatakan mosi tidak percaya kepada Ketum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang dan menunjuk Plt Ketum Daryatmo.

    Pertemuan ini juga menyebut dilakukan persiapan munaslub untuk mengganti OSO. Rapat ini yang diklaim dihadiri sejumlah senior partai Hanura antara lain Dewan Pembina Partai Wiranto, Ketua Dewan Penasihat Subagyo HS, Waketum Nurdin Tampubolon Wisnu Dewanto, Dariyatmo dan Sekretaris Jenderal Syarifuddin Sudding.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.