Sabtu, 18 Agustus 2018

Besok, Golkar Umumkan Nama Ketua DPR Pengganti Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengibarkan panji Partai Golkar pada penutupan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, 20 Desember 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengibarkan panji Partai Golkar pada penutupan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, 20 Desember 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji memastikan rapat dewan pembina Partai Golkar yang digelar malam nanti akan membahas perihal calon ketua DPR pengganti Setya Novanto. Jika tidak ada aral melintang, besok pagi, Senin, 15 Januari 2018 pukul 08.00, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto akan mengumumkan nama ketua DPR baru kepada pimpinan DPR di lantai 12 ruangan Fraksi Golkar Gedung Nusantara I.

    "Setelah diputuskan dan disahkan dalam rapat malam ini, kemungkinan besar besok akan diumumkan," kata Sarmuji saat dihubungi Tempo pada Senin, 15 Januari 2018.

    Baca: Golkar Pastikan Bambang Soesatyo Diajukan Sebagai Ketua DPR

    Sebelumnya, Politikus Golkar Ahmad Noor Supit memastikan Sekretaris Komisi Hukum DPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet akan diajukan sebagai Ketua DPR. Ia juga mengatakan Bamsoet sendiri sudah mengetahui perihal pengajuan namanya.

    "Sudah, sudah fix namanya BS (Bambang Soesatyo)," kata Supit kepada Tempo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 11 Januari 2018.

    Menurut Supit, salah satu alasan partainya memilih Bamsoet karena dia dianggap dapat berkomunikasi dengan semua partai dan lintas fraksi. Nama Bamsoet, kata Supit, secara resmi diajukan pada rapat pleno yang akan diadakan dalam waktu dekat.

    Baca: Komentar JK Soal Bambang Soesatyo Jadi Ketua DPR

    Golkar menyiapkan ketua DPR baru pengganti Setya Novanto yang mengundurkan diri karena sedang menjalani proses hukum terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.