Minggu, 27 Mei 2018

Cerita Sandiaga Uno Soal Ongkos Pilkada Lebih dari Rp 100 Miliar

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pilkada DKI Jakarta merupakan momen politik terheboh di Indonesia sepanjang 2017. Suasana perebutan kursi pemimpin Jakarta kali ini terasa panas dengan bumbu isu agama dan ras. Hasilnya, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sukses merebut kursi kepemimpinan ibu kota setelah mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. dok.TEMPO

    Pilkada DKI Jakarta merupakan momen politik terheboh di Indonesia sepanjang 2017. Suasana perebutan kursi pemimpin Jakarta kali ini terasa panas dengan bumbu isu agama dan ras. Hasilnya, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sukses merebut kursi kepemimpinan ibu kota setelah mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan bahwa politik membutuhkan biaya. Ia pun mengaku untuk pencalonannya dengan Anies Baswedan pada pemilihan kepala daerah 2017 lalu itu menghabiskan dana lebih dari Rp 100 miliar.

    "Itu semua telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jumat, 12 Januari 2018.

    Baca: Sandiaga Sebut La Nyalla Salah Tafsir Maksud Prabowo

    Sandiaga mengungkapkan biaya pilkada yang dikeluarkan saat pencalonannya, menanggapi pemberitaan soal Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur La Nyalla Mattalitti yang menuduh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah memintanya menyerahkan uang Rp 40 miliar. La Nyalla menduga uang itu untuk mahar poltik terkait pencalonannya sebagai gubernur Jawa Timur dalam Pilkada 2018.

    Jika itu benar, Sandiaga menduga, La Nyalla hanya salah mengartikan maksud Prabowo. Menurut Sandiaga, Prabowo mungkin bermaksud menanyakan kesiapan pembiayaan La Nyalla dalam pecalonannya. "Memang politik membutuhkan biaya. Jangan sampai sudah mencalonkan tapi enggak punya biaya," tuturnya.

    Baca: Sandiaga Berharap Pilkada 2018 Mencontoh DKI

    Sandiaga juga menegaskan tidak ada mahar politik dalam pencalonannya dan Anies Baswedan pada Pilkada 2017. "Pas pencalonan Pak Jokowi dan Ahok (dalam Pilkada 2012) juga tidka ada," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.