Rabu, 14 November 2018

Alumni 212: Konflik La Nyalla dan Prabowo Tak Terkait Kami

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Garda 212 Ansufri Idrus Sambo dalam konferensi pers di Kemang, Jakarta, 13 Januari 2018. Garda 212 didirikan oleh Alumni 212 sebagai penyalur calon anggota legislatif ke empat partai, yaitu Gerindra, PKS, PAN, dan PBB.  TEMPO/Ahmad Faiz

    Ketua Garda 212 Ansufri Idrus Sambo dalam konferensi pers di Kemang, Jakarta, 13 Januari 2018. Garda 212 didirikan oleh Alumni 212 sebagai penyalur calon anggota legislatif ke empat partai, yaitu Gerindra, PKS, PAN, dan PBB. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok peserta Aksi 2 Desember 2016 atau Alumni 212 menyayangkan pernyataan La Nyalla Mahmud Matalitti yang menyinggung Alumni 212 terkait dengan kegagalannya diusung Partai Gerindra sebagai calon Gubernur Jawa Timur. Salah satu deklarator presidium 212, Ansufri Idrus Sambo, mengatakan batalnya La Nyalla menjadi calon gubernur merupakan urusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Alumni 212.

    "Kami anggap itu sebagai urusan pribadi beliau dengan Gerindra atau Pak Prabowo (Ketua Umum Gerindra), tidak ada kaitan dengan 212 meskipun beliau alumni," kata Sambo dalam konferensi pers di Kemang, Jakarta, Sabtu, 13 Januari 2018.

    Baca juga: Panitia Kongres Alumni 212 Bantah Dugaan Duit Reuni dari...

    La Nyalla batal menjadi calon Gubernur Jawa Timur dari Partai Gerindra lantaran tidak berhasil mendapatkan dukungan dari partai lain. Belakangan, ia curhat kepada Alumni 212 bahwa ia juga dimintai uang Rp 40 miliar oleh Prabowo jika ingin diusung di Jawa Timur. Dalam konferensi persnya di Tebet beberapa hari lalu, hadir salah satu tokoh Alumni 212, yaitu Muhammad Al Khaththath alias Gatot Saptono.

    Sambo berujar pihaknya menghargai jika La Nyalla ingin maju dalam Pilgub Jawa Timur. Namun ketika batal, ia berharap La Nyalla tidak menyeret-nyeret Alumni 212 perihal konfliknya dengan Prabowo.

    "Kami tidak ingin Alumni 212 dipakai apalagi sampai dibenturkan dengan partai yang selama ini selalu bersama kami mendukung 212, yakni PKS, Gerindra, dan PAN," ucapnya.

    Baca juga: Bachtiar: Seusai Reuni Alumni 212, Jangan Lagi Gontok-gontokan

    Sambo menuturkan jika La Nyalla keberatan dengan mahar Rp 40 miliar, jumlah itu sejatinya terbilang kecil untuk kompetisi pemilihan gubernur. Menurut dia, jika ingin menjadi bupati atau wali kota, ongkosnya saja bisa lebih dari itu.

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ahmad Riza Patria membantah pernyataan La Nyalla itu. Menurut Riza, justru Partai Gerindra yang mencari uang untuk para pasangan calon yang diusung. "Enggak ada itu. Kami sudah paham aturan, enggak ada mahar-mahar," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?