Banjir di Gorontalo, Ratusan Rumah Terendam

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga  menggunakan perahu menuju rumahnya yang terendam banjir di Gorontalo, Kamis (20/11).  Banjir tersebut telah berlangsung selama sepuluh hari. Foto: ANTARA/ Basrul Haq

    Sejumlah warga menggunakan perahu menuju rumahnya yang terendam banjir di Gorontalo, Kamis (20/11). Banjir tersebut telah berlangsung selama sepuluh hari. Foto: ANTARA/ Basrul Haq

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir di Gorontalo mengakibatkan ratusan rumah terendam, Jumat petang, 12 Januari 2018. Banjir menggenangi sejumlah desa di Kabupaten Boalemo.

    "Sebanyak 1.215 KK terdampak akibat banjir tersebut," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis pada Sabtu, 13 Januari 2018.

    Berita lain: Banjir Gorontalo, Jembatan Bondauna Ambruk

    Banjir itu melanda empat desa di Kabupaten Boalemo, yakni Desa Mutiara, Mekarjaya, Mustika, dan Harapan. Sebanyak 904 rumah terendam akibat banjir yang disebabkan oleh hujan deras selama dua jam.

    Tinggi air di Desa Mutiara mencapai 90 sentimeter dan merendam 75 rumah. Sebanyak 20 rumah dan satu jembatan umum juga terendam di Desa Mekarjaya dengan tinggi air hingga 60 cm.

    Adapun di Desa Mustika, 25 rumah terendam air setinggi 100 cm. Banjir paling parah melanda Desa Harapan dengan tinggi air 150 cm yang merendam 350 rumah. Banjir di Desa Harapan juga menyebabkan tanggul jebol sepanjang 20 meter.

    Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Boalemo masih melakukan pendataan terkait dengan bencana banjir di daerah tersebut. BPBD setempat juga telah memberikan bantuan makanan kepada warga Desa Mustika. Menurut Sutopo, banjir di Gorontalo saat ini berangsur surut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.