Minggu, 16 Desember 2018

Beli 11 Pesawat Sukhoi, Menhan Habiskan 1.140 Juta Dollar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian, Kepala Satuan TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono, dan Kepala Satuan Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi sebelum menaiki pesawat tempur Sukhoi SU-30 dalam upacara penyerahan brevet kehormatan penerbangan di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 19 Desember. Tempo/Zara Amelia Adlina

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian, Kepala Satuan TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono, dan Kepala Satuan Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi sebelum menaiki pesawat tempur Sukhoi SU-30 dalam upacara penyerahan brevet kehormatan penerbangan di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 19 Desember. Tempo/Zara Amelia Adlina

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan pihaknya menghabiskan US$ 1.140 juta untuk pembelian 11 pesawat tempur Sukhoi. "Minggu depan tanda tangan kontrak, sekarang sedang siapkan berkas," kata dia di Kementerian Pertahanan pada Kamis, 11 Januari 2018.

    Untuk pengganti pesawat tempur F5-E Tiger milik Angkatan Udara, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto merencanakan menandatangani kontrak jual beli di awal tahun ini untuk membeli 11 sukhoi tersebut. Menurut Hadi, Sukhoi merupakan pesawat tempur terlengkap dia juga akan membeli simulator pengendalian pesawat itu.

    Baca: Menhan: Pembelian 11 Pesawat Sukhoi Su-35 Sudah Selesai

    Selain pembelian Sukhoi, Hadi menuturkan TNI membeli pesawat untuk Angkatan Laut yaitu CN-235 MPA sebanyak 11 buah. Pesawat itu nantinya akan digunakan untuk operasi patroli maritim. "Yang sudah datang baru tiga," kata dia.

    Perlengkapan alutsista milik TNI Angkatan Laut, ujar Hadi, nantinya akan dilengkap dengan empat kapal perang yang baru. "KRI I Gusti Ngurah Rai dan satu kapal selam sudah datang," kata Hadi.

    Baca: Pemerintah Bayar Sukhoi dengan Kerupuk

    Pengadaan itu berkaitan dengan pemenuhan rencana strategis pertahanan sebanyak 30 persen. Hadi berujar, dalam Renstra ketiga nanti sebanyak 40 persen pengadaan alutsista harus dipenuhi. "Semua bisa terealisasi 100 persen pada 2024," ujarnya.

    Minimum Essential Force (MEF) merupakan proses untuk modernisasi sistem pertahanan. Program ini dicanangkan sejak pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. MEF dibagi menjadi tiga rencana strategis hingga 2024.

    MEF merupakan proses untuk modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia. Sejak dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2007 lalu, MEF dibagi menjadi tiga rencana strategis hingga tahun 2024. Selain itu juga terdapat tiga komponen postur, yaitu kekuatan, gelar (persebaran penempatan), dan kemampuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".