Muliaman Hadad Jadi Guru Besar Universitas Diponegoro

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad saat ditemui di rumah dinas Jalan Daksa II Nomor 15, Jakarta, 26 Juni 2017. Tempo/Destrianita

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad saat ditemui di rumah dinas Jalan Daksa II Nomor 15, Jakarta, 26 Juni 2017. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Semarang - Muliaman Darmansyah Hadad akan dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Diponegoro. Muliaman melengkapi jumlah guru besar Undip yang kini 113 orang. Dalam pengukuhannya pada Sabtu, 13 Januari 2018, Muliaman akan berorasi mengenai “Stabilitas Vs Pertumbuhan: Peranan Sektor Jasa Keuangan dalam Perekonomian dan Tantangannya di Masa Depan”.

    "Krisis yang terjadi pada 1997 belum selesai hingga sekarang," kata mantan Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu di Rektorat Undip, Tembalang, Jumat, 12 Januari 2018. Pemerintah, ucap Muliaman, berfokus pada kestabilan ekonomi.

    Baca:
    Muliaman Hadad Ucap 'Salam Perpisahan' ke Jokowi
    Pensiun dari OJK, Muliaman Hadad Kini Bisa...

    Krisis, ujar Muliaman, terjadi akibat dua faktor. Pertama, fundamental, seperti defisit besar dan struktur keuangan yang dangkal. Faktor kedua adalah perilaku. Perilaku seperti spekulasi akan memperburuk situasi. Hal lain yang juga mempengaruhi adalah pemerintah yang tidak mengedepankan prinsip pemerintahan yang baik.

    Fokus dalam penyebab krisis yang diteliti, ucap Muliaman, adalah penyebab krisis pada perilaku. Ada tiga hal yang tidak bisa lepas dari perilaku saat terjadi krisis, yakni industri keuangan, akses keuangan, dan edukasi keuangan. “Kita mengupayakan agar ikatan itu tidak lepas satu sama lain. Semua harus dilaksanakan.”

    Jika pemerintah hanya menyehatkan industri keuangan dan kredit, akan banyak kredit yang keliru. “Itu pilihan tidak bagus. Jadi keduanya harus diikat dan bisa mempengaruhi perilaku.” Perilaku yang memperburuk keadaan tidak hanya perilaku masyarakat, tapi juga dari kalangan industri keuangan.”

    Baca juga: Ini Pesan Muliaman Hadad untuk Ketua OJK yang Baru

    Industri keuangan, ujar Muliaman, membutuhkan kepercayaan dari masyarakat luas. “Jangan sampai pemerintah terjebak pada situasi yang mudah berubah seiring dengan perkembangan teknologi,” ucap Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Diponegoro itu.

    Soal pertumbuhan ekonomi, Indonesia sekarang berada pada posisi yang masih mendorong pertumbuhan. Sentimen negatif terhadap pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya akan membuat ekonomi akan tumbuh sekitar 5,2 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.