Rabu, 22 Agustus 2018

Soal La Nyalla, Gerindra Jelaskan soal Dana Saksi Rp 40 Miliar

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto dan La Nyalla Mattalitti. Dok. Tempo

    Prabowo Subianto dan La Nyalla Mattalitti. Dok. Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti mengaku dimintai uang saksi sejumlah Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat pencalonan pemilihan gubernur Jawa Timur 2018. Politikus Partai Gerindra Arief Payuono mengatakan, jika permintaan itu benar, maka itu merupakan hal yang wajar dilakukan dalam Pilgub.

    "Kalaupun itu benar, sangat wajar karena kemenangan calon ketua daerah dalam Pilgub itu kuncinya adalah kekuatan para saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS)," ujar Arief dalam siaran pers, Kamis 11 Januari 2018.

    La Nyalla sebelumnya mengatakan, permintaan Prabowo itu disampaikan pada tanggal 9 Desember 2017, sekitar pukul 15.00 WIB di kediaman Prabowo di Hambalang, Sentul, Jawa Barat. Saat ditemui, Prabowo ditemani dua ajudannya yaitu Prasetyo dan Sugiarto.

    Baca juga: Mengaku Diperas Prabowo, La Nyalla: Saya Berani Sumpah Pocong

    Menurut La Nyalla, Prabowo menyuruh dirinya memberikan uang itu sebelum tanggal 20 Desember 2017 agar dia bisa direkomendasikan Gerindra sebagai calon gubernur. La Nyalla mengatakan, dirinya sudah menyiapkan dana sebesar Rp 300 miliar, namun ia ngotot untuk memberikan setelah dirinya resmi didaftarkan ke KPU Jawa Timur. La Nyalla mengatakan Prabowo menolak permintaanya. "Marah-marah dia," ujarnya.

    Arief menuturkan, jumlah TPS yang ada di 38 kabupaten atau kota di Jawa Timur berjumlah 68.511 TPS. Menurutnya, dibutuhkan tiga orang saksi untuk satu TPS. Jika satu orang saksi membutuhkan uang makan saksi sebesar Rp 200 ribu per orang, maka dibutuhkan dana Rp 41 milyar. Itu belum dihitung dengan saksi-saksi di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan KPUD.

    Selain itu, menurut Arief, dibutuhkan biaya juga untuk dana pelatihan saksi sebelum pencoblosan, yaitu sebesar Rp 100 ribu per orang per hari. Ia mengatakan, butuh tiga hari yang artinya masih dibutuhkan dana sebesar Rp 20,5 milyar. Kekurangan itu nantinya ditanggung kader Partai Gerindra. "Seperti pada Pilgub DKI Jakarta seluruh kader Gerindra di Indonesia urunan untuk Bantu Anies-Sandi," kata Arief.

    Baca juga: La Nyalla Ungkap Kronologi Permintaan Mahar Rp 40 M oleh Prabowo

    Arief membantah adanya permintaan Rp 40 milyar dalam surat tugas Gerindra pada La Nyalla itu untuk mendapatkan partai koalisi demi mengusung La Nyalla dalam Pilgub Jatim. Arief menuturkan, sejak awal Gerindra mengusung La Nyalla sebagai bakal cagub Gerindra pada Pilgub Jatim. Lalu, kata Arief, La Nyalla sebagai kader Gerindra diizinkan untuk memasang fotonya bersama Prabowo di setiap pelosok Jawa Timur.

    Menurut Arief, pencalonan La Nyalla tidak berhasil karena La Nyalla tidak mendapatkan partai koalisi, yaitu Partai Amanat Nasional. Padahal, tutur Arief, Amin Rais sebagai pendiri PAN juga mengusulkan La Nyalla. Namun Dewan Pengurus Pusat PAN menolak mengusung La Nyalla dengan alasan Dewan Pengurus Wilayah PAN Jawa Timur menolak mengusung La Nyalla. Menurut Arief, dukungan Amien Rais pada La Nyalla tidak dianggap oleh Ketua Umum PAN Dan DPW PAN Jatim.

    Infografis: Pengaruh Gerindra dalam Peta Politik di Pemilihan Kepala Daerah 2017


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.