Rabu, 22 Agustus 2018

Dimintai Uang Rp 40 M Prabowo, La Nyalla Mengadu ke Alumni 212

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto dan La Nyalla Mattalitti. Dok. Tempo

    Prabowo Subianto dan La Nyalla Mattalitti. Dok. Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2012-2016, La Nyalla Mahmud Matalitti mengaku  dimintai uang sebesar Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto. Permintaan uang itu, kata dia, terkait pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jawa Timur dalam pemilihan kepala daerah.

    Atas permintaan uang itu, La Nyalla menuturkan langsung mengadu kepada para ulama alumni unjuk rasa aksi bela Islam 212. “Saya bertanya pada ulama alumni 212, bagaimana hukumnya (minta uang), haram atau tidak,” kata La Nyalla kepada Tempo, Kamis 11 Januari 2018.

    Baca: La Nyalla Ungkap Kronologi Permintaan Mahar Rp 40 M oleh Prabowo

    La Nyalla tidak menyebutkan siapa saja ulama yang dia temui kala itu. Selain ke ulama 212, La Nyalla juga mengadukan masalah itu pada Ketua Progress 89, Faisal Assegaf. Permintaan mahar itu, menurut La Nyalla, terjadi pada tanggal 9 Desember 2017.

    Saat itu Prabowo mengundang La Nyalla ke Hambalang. Ia bertemu dengan Prabowo sekitar jam 3 sore. Saat ditemui, Prabowo ditemani dua ajudannya yaitu Prasetyo dan Sugiono. Menurut La Nyalla, Prabowo meminta agar uang itu diserahkan sebelum 20 Desember 2017. Kalau tidak, kata La Nyalla, dia tidak direkomendasikan oleh Partai Gerindra sebagai calon gubernur.

    Simak: Gerindra Bantah Tudingan La Nyalla Soal Mahar Rp 40 Miliar

    La Nyalla berujar sebenarnya dia sudah menyiapkan dana sebesar Rp 300 miliar. Namun dia baru akan menyerahkan uang tersebut setelah resmi didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Timur. Namun Prabowo menolak penawaran La Nyalla. “Dia marah-marah. Marahnya seperti orang kesurupan. Pokoknya seperti bukan Prabowo Subianto-lah,” ujar La Nyalla.

    La Nyalla tidak memiliki bukti apapun untuk membuktikan permintaan Prabowo itu, termasuk pesan elektronik maupun rekaman telepon. Atas kejadian itu La Nyalla memutuskan keluar dari Partai Gerindra. Ia juga mengatakan tidak akan mendukung lagi partai tersebut. La Nyalla pun urung mendapat dukungan partai untuk menjadi calon gubernur.

    Lihat: Tak Raih Koalisi di Pilkada, La Nyalla Kembalikan Mandat Gerindra

    Politikus Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, membantah pernyataan La Nyalla. Menurut Riza, justru Partai Gerindra yang mencari uang untuk para pasangan calon yang diusung.

    "Enggak ada itu (permintaan uang pada La Nyalla). Kami sudah paham aturan, enggak ada mahar-maharan," katanya kepada Tempo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.