Puti Guntur Berpotensi Pecah Suara Khofifah di Pilgub Jatim

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri atau Puti Guntur Soekarno. Dok.TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri atau Puti Guntur Soekarno. Dok.TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bambang DH tak memungkiri jika nama besar Soekarno yang disandang Puti Guntur Soekarno sebagai cucu presiden pertama RI itu menjadi pertimbangan partainya mengusung Puti. Puti akhirnya dipilih menjadi calon wakil gubernur Jawa Timur pendamping Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

    "Ya pasti itu yang menjadi salah satu pertimbangannya," kata Bambang saat ditemui Tempo di JCC Senayan pada Rabu, 10 Januari 2018.

    Baca: Gerindra Akhirnya Dukung Gus Ipul di Pilgub Jatim

    Selain itu, kata Bambang, suara Puti berpeluang membuat suara pemilih perempuan di Jawa Timur akan terpecah dan tak lagi dominan ke bakal calon gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. "Sisanya tentu pertimbangan ideologis," ujarnya.

    Untuk itu, menurut Bambang, meski tanpa pengalaman memimpin yang memadai, dia yakin Puti Guntur Soekarno dapat mendulang suara untuk Gus Ipul sebagai inkumben yang sudah 10 tahun menjabat sebagai kepala daerah di Jawa Timur. "Kami yakin kehadiran Mbak Puti bisa memperkuat posisi, pengalaman itu bisa sambil berjalan. Hal terpenting itu bisa mendengarkan suara rakyat," kata dia.

    Baca: Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno, PKS Tetap Bergabung dengan PDIP

    Puti Guntur Soekarno menjabat sebagai anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) dua periode sejak 2009 dengan Dapil Jawa Barat X.

    Sejak awal, partai pendukung Gus Ipul di Pilgub Jatim adalah Partai Kebangkitan Bangsa dan PDI Perjuangan. Kemudian, PKS dan Gerindra pun mulai merapat menjadi partai pendukung Gus Ipul.

    Koalisi Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno ini bakal menantang pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak yang diusung Partai Golongan Karya, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai NasDem. Bergabungnya Gerindra dan PKS juga meninggalkan rencana poros tengah yang diusulkan bersama PAN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.