Minggu, 18 Februari 2018

Ditanyai Soal Surat Khofifah, Jokowi: Jangan Maksa-maksa Saya

Reporter:

Istman Musaharun Pramadiba

Editor:

Ninis Chairunnisa

Rabu, 10 Januari 2018 18:45 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ditanyai Soal Surat Khofifah, Jokowi: Jangan Maksa-maksa Saya

    Presiden Jokowi (mengenakan sarung dan berpeci) menghadiri pembagian Kartu Indonesia Pintar dan program Program Keluarga Harapan di Pekalongan, Jawa Tengah, 8 Januari 2017. Ikut mendampingi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo. TEMPO/Aditya Budiman

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan belum membaca atau merespons surat pengunduran diri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Karena itu, ia masih enggan menyatakan apakah Khofifah sudah sah tidak lagi berada di Kabinet Kerja.

    "Kamu jangan maksa-maksa saya (segera baca surat)," ujarnya sambil tertawa saat dicegat awak media saat Rapat Kerja Nasional Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Rabu, 10 Januari 2018.

    Baca: Surat Khofifah Terkait Pilgub Jatim Sudah di Meja Presiden Jokowi

    Pada Selasa, 9 Januari 2018, Khofifah menyatakan telah menyerahkan surat pengunduran diri ke Istana Kepresidenan. Sebab, dia ingin fokus mengikuti pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

    Dalam pilgub Jatim 2018, Khofifah akan maju bersama Emil Dardak. Pasangan ini akan bersaing dengan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno. Khofifah-Emil sudah didukung enam partai, yakni Demokrat, Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, NasDem, Hanura, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

    Baca: Jokowi: Keputusan Soal Khofifah Diambil Kalau Surat Sudah di Meja

    Juru bicara Istana Kepresidenan, Johan Budi Sapto Pribowo, menyatakan Jokowi sudah mengetahui keberadaan surat Khofifah. Dia menyampaikan Presiden akan segera mengambil keputusan mengenai status Khofifah saat surat dibaca.

    Presiden enggan menyampaikan kapan akan membaca surat Khofifah dan memberikan keputusan. Jokowi menuturkan dia yang akan menentukan kapan waktu yang tepat.

    Ketika ditanyai apakah dirinya sudah menyiapkan pengganti Khofifah, Presiden kembali mengelak. Ia memberikan jawaban serupa bahwa surat Khofifah belum dibaca. "Suratnya saya buka, saya baca dulu, baru saya bisa menyampaikan. Kalau belum tahu isinya, ya, belum ngerti," kata Jokowi.

    Secara terpisah, sumber Tempo di pemerintahan menyatakan pencarian pengganti Khofifah telah dilakukan. Dua nama sudah dibicarakan dan keduanya memiliki latar belakang yang tidak jauh berbeda dengan Khofifah, yaitu sama-sama berasal dari Nahdlatul Ulama. "Paling cepat, perkiraan saya akan diumumkan pekan ini," ujarnya.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.