Bertemu Setya Novanto di Toilet, Miryam Haryani: Dia Sehat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa pemberi keterangan palsu Miryam S. Haryani meninggalkan ruang sidang usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 13 November 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Terdakwa pemberi keterangan palsu Miryam S. Haryani meninggalkan ruang sidang usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 13 November 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Terpidana pemberi keterangan palsu dalam perkara korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP, Miryam Haryani , mengatakan sempat berjumpa dengan Setya Novanto di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya hari ini datang ke KPK untuk kepentingan berbeda.

    Miryam datang sebagai saksi untuk tersangka kasus korupsi proyek e-KTP, Anang Sugiana Sudihardjo. Sedangkan Setya didatangkan penyidik KPK untuk melakukan pengembangan penanganan kasus korupsi proyek e-KTP guna menemukan pelaku lain.

    Baca juga: Divonis 5 Tahun, Miryam S. Haryani Berkukuh Tak Bersalah

    Di dalam gedung KPK, Miryam mengaku berjumpa dengan Setya. "Sempat ketemu waktu di toilet, sehat-sehat saja beliau, semangat," katanya kepada wartawan, Rabu, 10 Januari 2018.

    Ketika ditanya soal Anang, mantan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat itu mengaku tidak mengenalnya. Miryam menuturkan dirinya dicecar sekitar delapan pertanyaan oleh penyidik KPK. "Ya karena saksinya Pak Anang, saya enggak kenal, selesai," ucapnya.

    Miryam Haryani merupakan salah satu terpidana dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Dia dihukum lima tahun penjara karena memberikan keterangan palsu.

    Baca juga: Hakim Nilai Miryam S. Haryani Terbukti Terima Duit e-KTP

    Selain Miryam, majelis hakim tindak pidana korupsi telah menjatuhkan vonis kepada dua pejabat Kementerian Dalam Negeri, yakni Irman dan Sugiharto, masing-masing dihukum tujuh serta lima tahun penjara. Sedangkan Andi Agustinus alias Andi Narogong selaku pengusaha divonis delapan tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.