Minggu, 18 November 2018

Gaet Ida Fauziah, Prabowo: Tanpa Kontrak Politik PKB di Pilpres

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PKS Sohibul Iman dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat mengumumkan kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di lima provinsi di kantor DPP PKS, Jakarta, 27 Desember 2017. Lima provinsi itu adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara. TEMPO/Ahmad Faiz

    Ketua Umum PKS Sohibul Iman dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat mengumumkan kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di lima provinsi di kantor DPP PKS, Jakarta, 27 Desember 2017. Lima provinsi itu adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan tidak menyodorkan kontrak politik apapun saat menggaet politikus Partai Kebangkitan Bangsa, Ida Fauziah, untuk menjadi calon wakil gubernur Jawa Tengah mendampingi Sudirman Said. Ia menjelaskan tidak ada permintaan agar Ida dan PKB untuk mendukung calon pilihan Gerindra di pemilihan presiden 2019.

    "Kami mencoba memisahkan pembicaraan (calon) bupati dan gubernur. (Calon) Presiden belakangan," kata Prabowo dalam konferensi pers di kediamannya, Jalan Kertanegara Nomor 17, Jakarta, Selasa, 9 Januari 2018.
    Baca : PKB Usung Sudirman Said-Ida Fauziah di Pilgub Jateng 2018

    Di pemilihan gubernur Jawa Tengah tahun ini, Gerindra sebelumnya sepakat berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. Gerindra dan PKS adalah partai oposisi, sedangkan PAN meski bergabung di kubu pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, namun kerap tidak sepaham.

    Belakangan, PKB, sebagai salah satu partai pendukung pemerintah lainnya, bergabung dan menyodorkan nama Ida Fauziah.

    Menurut Prabowo, bergabungnya PKB ini belum tentu bermuara pada kesepakatan koalisi pemilihan presiden 2019. "Kami hormati keputusan politik pada para pimpinan. Yang penting kontrak di hati," ucapnya.

    Prabowo berujar koalisi Gerindra dengan partai pendukung pemerintah di pemilihan gubernur adalah hal yang biasa. Ia mengklaim partainya sebagai partai yang luwes dan terbuka untuk bekerja sama dengan pihak manapun.

    Dalam pemilihan kepala daerah serentak 2018, kata Prabowo, Gerindra hampir berkoalisi dengan seluruh partai yang ada di Indonesia di tiap-tiap daerah. "Kami tidak mau ada musuh, Kami sama-sama mitra mengabdi ke negara," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.