JK: Khofifah Mundur dari Kabinet jika Sudah Sah Jadi Cagub

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kelautan dan Prikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Soial Khofifah Indar Parawansa, melakukan swafoto dengan Menteri Kemaritiman Luhut Binsar Panjaita jelang pelantikan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, 8 Desember 2017. TEMPO/Subekti.

    (ki-ka) Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kelautan dan Prikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Soial Khofifah Indar Parawansa, melakukan swafoto dengan Menteri Kemaritiman Luhut Binsar Panjaita jelang pelantikan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, 8 Desember 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengklarifikasi pernyataan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang akan mengundurkan diri dari jabatan Menteri Sosial untuk maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur. Menurut JK, Khofifah akan meninggalkan Kabinet Kerja jika sudah sah menjadi calon gubernur

    "Memang begitu mestinya, kan masih bakal calon sekarang. Kalau sudah jadi calon gubernur, baru dia mengundurkan diri," ujar JK saat ditanyai awak media, Selasa, 9 Januari 2018.

    Baca: Temui JK, Khofifah Pamit Ikut Pemilihan Gubernur Jawa Timur

    Sebagaimana telah diberitakan, Khofifah akan mengirim surat ke Istana Kepresidenan soal keikutsertaannya dalam pilkada Jawa Timur. Dalam suratnya tercantum bahwa dia mohon izin untuk mengikuti proses pilkada Jawa Timur dan mundur dari kursi menteri.

    Pada pilkada Jawa Timur, Khofifah didampingi bakal calon wakil gubernur Emil Dardak dan didukung oleh enam partai. Keenam partai itu adalah Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai NasDem, Partai Hanura, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

    Simak: Jokowi: Keputusan Soal Khofifah Diambil kalau Surat Sudah di Meja

    JK menuturkan status Khofifah dalam Kabinet Kerja yang kondisional tidak bisa disamakan dengan status Ketua Umum Golkar dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Airlangga masih merangkap jabatan tanpa syarat.

    Airlangga, kata JK, tidak kondisional statusnya karena sebagai Ketua Umum Golkar ia masih bisa bertugas di Jakarta untuk menjalankan fungsinya sebagai menteri. Sedangkan Khofifah, jika sudah sah menjadi calon gubernur, akan lebih banyak menghabiskan waktu di Jawa Timur dibandingkan sebagai Menteri Sosial.

    Lihat: Mensos Khofifah Indar Parawansa Ajukan Pengunduran Diri Hari Ini

    Karena itu, JK merasa tak ideal bila Khofifah Indar Parawansa mengerjakan dua hal sekaligus. Sehingga setelah dinyatakan sah menjadi calon gubernur oleh Komisi Pemilihan Umum, Khofifah akan mengundurkan diri dari Kabinet Kerja.

    "Kalau dia (Khofifah) di mana-mana, gimana ia mau bekerja. Bisa-bisa, dua-duanya (sebagai cagub maupun Mensos) gagal," ujar JK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.