Minggu, 22 September 2019

PDIP Bantah Puti Guntur Soekarno Jadi Pendamping Gus Ipul

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai mendatangi rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kawasan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, 8 Januari 2018. Tempo/Adam Prireza

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai mendatangi rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kawasan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, 8 Januari 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membantah Puti Guntur Soekarno akan menjadi pendamping Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur. Menurut dia, sampai saat ini nama Puti tidak masuk hitung-hitungan partainya untuk menjadi pendamping Gus Ipul dalam Pilgub Jatim 2018.

    Ia menjelaskan, nama yang masuk radar partainya untuk menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Timur adalah Ahmad Basarah, Budi Sulistiyono, dan Sri Untari. "Saya malah baru dengar itu (Puti Guntur)," katanya di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa, 9 Januari 2018.

    Baca: PDIP Utamakan Kader Sendiri Gantikan Azwar Anas di Pilgub Jatim

    Ia menyebutkan Puti yang kini duduk di parlemen sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Jawa Barat, tetap akan bertugas di sana. "Dia punya tanggung jawab karena konstituennya di sana," tuturnya.

    Menurut Hasto, soal siapa pendamping Gus Ipul ini lebih baik menunggu pengumuman dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Rencananya, PDIP akan mengumumkannya esok hari. "Agar tidak muncul spekulasi yang gak perlu," katanya.

    Siapa pendamping Gus Ipul kini menjadi tanda tanya. Pasalnya Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memutuskan mundur setelah tersebarnya foto syur yang diduga miliknya.

    Baca: Bukan Risma, Dua Nama Disiapkan Gantikan Azwar Anas

    Hasto berujar partainya menerima saran dari para kiai di Jawa Timur agar pendamping Gus Ipul dari kalangan nasionalis. Sehingga konsep religius-nasionalis dan perpaduan Nahdlatul Ulama-PDIP yang direpresentasikan Gus Ipul dan calon pasangannya nanti tetap berlanjut.

    Adapun dalam Pilgub Jatim 2018 ini, Gus Ipul akan berhadapan dengan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.