Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Di Jawa Barat, Jangkauan Imunisasi Difteri Diperluas

Reporter

image-gnews
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan istrinya Netty Prasetyani menemani anaknya saat divaksin difteri di rumah dinas Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, 6 Januari 2018. Aher bersama keluarga disuntik vaksin difteri sebagai bagian kampanye kepada masyarakat untuk tidak khawatir diimunisasi guna mencegah penularan penyakit tersebut. TEMPO/Prima Mulia
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan istrinya Netty Prasetyani menemani anaknya saat divaksin difteri di rumah dinas Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, 6 Januari 2018. Aher bersama keluarga disuntik vaksin difteri sebagai bagian kampanye kepada masyarakat untuk tidak khawatir diimunisasi guna mencegah penularan penyakit tersebut. TEMPO/Prima Mulia
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memperluas jangkauan imunisasi difteri. Di Jawa Barat, program Outbrake Response Immunization (ORI), yang diluncurkan sejak awal Desember saat difteri mewabah di banyak daerah, akan kembali digelar di 18 kabupaten dan kota mulai bulan depan. “Kami sebagai koordinator. Pelaksananya pemerintah kabupaten dan kota lewat puskesmas,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Senin, 8 Januari 2018.

Aher, panggilan Ahmad Heryawan, mengatakan 18 wilayah tersebut termasuk lima kabupaten dan kota yang sebelumnya telah menggelar ORI, yakni Purwakarta, Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Depok. Di daerah-daerah prioritas ini imunisasi akan menyasar semua anak berusia 1–19 tahun.

Baca juga: Penderita Difteri di Kabupaten Tangerang Melonjak Jadi 73 Orang 

Adapun imunisasi di sembilan kabupaten dan kota lainnya tetap dapat dilakukan, namun hanya di kecamatan yang terindentifikasi terdapat kasus difteri. “Jadi, penanganan difteri tetap dilakukan di 27 kabupaten,” kata Aher. Seperti ORI sebelumnya, kata dia, kebutuhan vaksin untuk perluasan jangkauan imunisasi ini akan dipasok oleh pemerintah pusat.

Selain lima daerah penyelenggara imunisasi awal, 13 pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) difteri sejak awal pekan Desember 2017. Daerah tersebut meliputi Garut, Cirebon, Kabupaten Bogor, Cianjur, Ciamis, Kota Bandung, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kota Cirebon, Subang, Majalengka, dan Kabupaten Bandung Barat.

Ketika memimpin rapat kabinet terbatas di Istana Bogor, Rabu dua pekan lalu, Presiden Joko Widodo memerintahkan agar imunisasi difteri diperluas secepat mungkin. ORI rencananya akan menjangkau seluruh provinsi, dari sebelumnya hanya difokuskan di tiga daerah, yakni Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Baca juga: Kemenkes Akan Kembali Melaksanakan ORI Difteri pada Januari 2018

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mulai bulan ini, sedikitnya 18 provinsi lainnya akan menyusul pelaksanaan ORI. Adapun tiga daerah prioritas awal, termasuk Jawa Barat yang tercatat memiliki tingkat kasus difteri tinggi, akan memperluas jangkauan imunisasi di kabupaten dan kota masing-masing.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek memastikan pasokan vaksin tersedia 15,5 juta dosis, dua kali lipat lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Kendati demikian, Kementerian tetap meminta PT Bio Farma (Persero) untuk menggenjot produksi vaksin difteri lantaran program imunisasi harus tetap digelar tahun ini.

Perusahaan farmasi milik negara itu pun menyanggupi, termasuk dengan menangguhkan rencana ekspor vaksin ke sejumlah negara. Vaksin yang menjadi pencegah difteri adalah DPT-HB-Hib (difteri pertusis tetanus-hepatitis B-haemophylus influenza tipe B) untuk usia 1–5 tahun, DT (difteri tetanus) untuk usia 5–7 tahun, dan TD (tetanus difteri) untuk anak usia 7–19 tahun.

Kepala Seksi Surveilans dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Jawa Barat, Yus Ruseno, mengatakan, hingga Jumat pekan lalu, imunisasi difteri baru menjangkau 1,71 juta orang, atau 47,14 persen dari jumlah total 3,629 juta target sasaran ORI di lima kabupaten dan kota. Adapun sebaran difteri, kata dia, telah menjangkau 23 kabupaten dan kota, dengan rincian 224 kasus yang mengakibatkan 15 orang penderitanya meninggal.

Sementara itu, di Ibu Kota, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan imunisasi massal difteri akan kembali dilakukan pada Kamis pekan ini. ORI akan berlangsung serempak, menjangkau semua kota dan kabupaten di Jakarta, dari sebelumnya hanya diprioritaskan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. “Hingga akhir Desember 2017, di Jakarta ada 95 kasus,” ujar Koesmedi kepada Tempo, Rabu, 3 Januari 2018.

AHMAD FIKRI | FADIYAH | ZARA AMELIA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Cegah Komplikasi Penyakit pada Anak dengan Imunisasi

29 hari lalu

Ilustrasi Imunisasi. TEMPO/Fully Syafi
Cegah Komplikasi Penyakit pada Anak dengan Imunisasi

Imunisasi dapat membantu menghindarkan anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dan menyebabkan komplikasi.


3 Fokus Penting Upaya Cegah Risiko Penyakit pada Anak

47 hari lalu

Diskusi tema Sinergi Program Keluarga SIGAP Lintas Sektor Untuk Transformasi Kesehatan/Sigap
3 Fokus Penting Upaya Cegah Risiko Penyakit pada Anak

Ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian untuk mengurangi risiko penyakit pada anak Indonesia. Apa saja?


5 Tips Ajak Anak agar Berani Ikut Imunisasi

48 hari lalu

Petugas kesehatan memberikan imunisasi polio kepada anak di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Jalan Siwalankerto Tengah, Surabaya, Jawa Timur, Senin 19 Februari 2024. Imunisasi polio tahap dua dilakukan setelah penerima sudah mendapatkan imunisasi tahap satu sebagai upaya menyukseskan program pemerintah pemberian imunisasi polio dalam menanggulangi kejadian luar biasa (KLB). ANTARA FOTO/Didik Suhartono
5 Tips Ajak Anak agar Berani Ikut Imunisasi

Orangtua perlu untuk mengedukasi anaknya bahwa pemberian imunisasi oleh tenaga kesehatan tidaklah semenakutkan bayangannya.


Jenis-jenis Imunisasi yang Harus Diberikan kepada Anak Usia di Bawah 1 tahun

48 hari lalu

Petugas medis meneteskan vaksin polio pada anak balita dalam pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio tahap kedua di kantor kelurahan Mojolangu, Malang, Jawa Timur, Senin 19 Februari 2024. Pelaksanaan Sub PIN polio tahap kedua tersebut menyasar 100.380 anak di Kota Malang yang sebelumnya sudah menerima imunisasi polio tahap pertama dalam program penuntasan penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) polio di provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Jenis-jenis Imunisasi yang Harus Diberikan kepada Anak Usia di Bawah 1 tahun

Pemberian imunisasi bisa dilakukan saat anak baru lahir hingga berusia 12 bulan.


Jangan Cemas, Vaksin Tidak Sebabkan Autisme pada Anak

53 hari lalu

Petugas kesehatan meneteskan vaksin polio pada mulut anak balita saat pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) Polio di Kota Madiun, Jawa Timur, Senin 19 Februari 2024. Imunisasi itu merupakan putaran kedua yang menyasar  kepada sekitar 18 ribu anak hingga usia delapan tahun di wilayah tersebut untuk memberikan kekebalan pada anak sekaligus upaya menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) polio menyusul penemuan kasus lumpuh layu di Pamekasan, Sampang Jawa Timur serta Klaten Jawa Tengah beberapa waktu lalu, dilaksanakan pada 19-25 Februari. ANTARA FOTO/Siswowidodo
Jangan Cemas, Vaksin Tidak Sebabkan Autisme pada Anak

Rumor vaksin dapat menyebabkan autisme pada anak tidak benar adanya. Dokter anak beri penjelasan.


90 Persen Kasus Diare Bayi dan Anak Disebabkan Rotavirus

54 hari lalu

Petugas kesehatan melakukan imunisasi pada balita saat pelayanan imunisasi Rotavirus (RV) di Posyandu Nirwana, Kecamatan Karang Tengah, kota Tangerang, Banten, Selasa, 15 Agustus 2023. Imuniasi yang diberikan pada bayi umur 2-4 bulan tersebut bertujuan untuk mencegah diare berat serta mengatisipasi terjadinya stunting. TEMPO/ Febri Angga Palguna
90 Persen Kasus Diare Bayi dan Anak Disebabkan Rotavirus

Rotavirus adalah penyebab terbanyak kasus diare pada bayi dan anak berusia di bawah 2 tahun, yaitu sebanyak 90 persen.


Jangan Khawatir bila Ketinggalan Jadwal Imunisasi, Nakes Siap Beri Solusi

12 Januari 2024

Ilustrasi Imunisasi. TEMPO/Fully Syafi
Jangan Khawatir bila Ketinggalan Jadwal Imunisasi, Nakes Siap Beri Solusi

Pakar mengatakan orang tua tidak perlu khawatir bila ketinggalan jadwal imunisasi karena tenaga kesehatan ada solusinya.


Lindungi Anak dari Pneumonia dengan Vitamin A

11 Januari 2024

Ilustrasi pneumonia. shutterstock.com
Lindungi Anak dari Pneumonia dengan Vitamin A

Pakar mengatakan pemberian vitamin A dapat membantu melindungi ana dari penyakit pernapasan seperti pneumonia, selain ASI dan imunisasi.


Pemprov Jabar akan Bangun 144 Sekolah Baru, Satu Sekolah Butuh Rp 3 Miliar

11 Januari 2024

Siswa mengikuti kegiatan belajar di tenda darurat, di SD Negeri Bantargebang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa, 31 Oktober 2023. Menurut pihak sekolah, selama kurun waktu empat bulan terakhir para siswa terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar di bawah tenda darurat karena kondisi ruang kelas rusak dan tidak layak. ANTARA FOTO/Henry Purba
Pemprov Jabar akan Bangun 144 Sekolah Baru, Satu Sekolah Butuh Rp 3 Miliar

Pemdaprov Jabar akan membangun 144 sekolah baru di 144 kecamatan pada tahun ini. Mulai dari jenjang SMA, SMK, hingga sekolah luar biasa akan dibangun.


Biaya Vaksinasi Covid-19 Sudah Bertarif, Tapi Belum Ada Kepastian Harganya dan Masih Ada yang Gratis

9 Januari 2024

Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin Inavac atau yang dikenal sebagai Vaksin Merah Putih merupakan vaksin COVID-19 di RSUD Tarakan, Jakarta, Rabu 20 Desember 2023. Dinas Kesehatan DKI Jakarta memprediksi kenaikan kasus Covid-19 bakal terjadi sampai dua pekan ke depan atau bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru. Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan DKI akan terus memantau perkembangan kasus hariannya. Pemerintah fokus mengimbau dan menyediakan vaksinasi dan pemeriksaan PCR gratis. Utamanya, untuk segera melengkapi vaksinasi booster ke-4 dan deteksi dini Covid-19 bagi kelompok rentan. TEMPO/Subekti.
Biaya Vaksinasi Covid-19 Sudah Bertarif, Tapi Belum Ada Kepastian Harganya dan Masih Ada yang Gratis

Mulai 1 Januari 2024, biaya vaksinasi Covid-19 tak lagi gratis. Vaksin bisa didapatkan secara gratis jika termasuk golongan rentan. Ini penjelasannya