Pilkada 2018, Baru 9 Calon Gubernur Mendaftar di Hari Pertama

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pilkada

    Ilustrasi pilkada

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendaftaran pasangan calon di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 telah dibuka sejak 8-10 Januari 2018. Namun hingga penutupan pendaftaran hari pertama, baru ada sembilan bakal pasangan calon gubernur yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

    Menurut data yang diterima Tempo pada Senin malam, 8 Januari 2018, sembilan bakal pasangan calon itu mendaftar di tujuh provinsi. Pada Pilkada serentak Juni 2018, ada 17 provinsi yang akan memilih pasangan gubernur dan wakil gubernur.

    Baca :
    Jokowi Minta Kandidat di Pilkada 2018 Tak Gunakan Kampanye Hitam
    Megawati Pun Geregetan, Sempat Ingin Maju Pilkada 2018

    Sembilan bakal pasangan calon yang telah mendaftar adalah pasangan Herman Hasan-Sutono dan Mustafa-Ahmad Jajuli untuk Pilkada Lampung, Marianus-Emelia Julia Nomleni dan Esthon Leyloh Foenay-Christian Rotok untuk Nusa Tenggara Timur, Sutarmidji-Ria Norsan di Kalimantan Barat. Sedangkan di Maluku Utara ada pasangan Burhan Abdurahman-Ishak Jamaluddin, pasangan Asrun-Hugua untuk Pilkada Sulawesi Tenggara.

    Di Bali, ada pasangan Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati yang sudah mendaftar. Di Sumatera Utara baru ada pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

    Baca juga: Maju ke Pilkada 2018, Syaharie Jaang ...

    Selain sembilan bakal pasangan calon gubernur, ada 49 bakal pasangan calon bupati dan 15 pasangan bakal calon wali kota yang sudah mendaftarkan diri untuk Pilkada serentak 2018.

    Total pasangan peserta yang mendaftar di hari pertama adalah 73 pasangan calon. Pendaftaran para calon kepala daerah dibuka hingga 10 Januari 2018 pukul 24.00.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.