8 Mobil Mewah Bupati Hulu Sungai Tengah, dari Lexus Sampai Hummer

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif (tengah) dengan rompi tahanan meninggalkan gedung KPK, Jakarta, 5 Januari 2018. Abdul Latif ditahan sebagai tersangka penerima suap terkait pembangunan RSUD Damanhuri di Kalimantan Selatan. ANTARA

    Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif (tengah) dengan rompi tahanan meninggalkan gedung KPK, Jakarta, 5 Januari 2018. Abdul Latif ditahan sebagai tersangka penerima suap terkait pembangunan RSUD Damanhuri di Kalimantan Selatan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah catatan proyek selain proyek pembangunan rumah sakit.

    "Catatan proyek yang masih terkait dengan RSUD (rumah sakit umum daerah) dan proyek lain," katanya di kantornya di Jakarta, Senin, 8 Januari 2017. "Nanti kita pelajari lagi. Masih perlu diidentifikasi."

    Febri menuturkan tim KPK juga melakukan pengecekan dan mencermati sejumlah mobil mewah di rumah dinas bupati. Sebanyak delapan mobil milik Abdul Latif disegel KPK. Jumlah itu berpotensi bertambah. "Ada tambahan lagi, tapi yang lain dalam proses pengamanan dulu agar tidak ada proses pindah tangan," ujarnya.

    Baca juga: KPK Geledah Kantor dan Rumah Bupati Hulu Sungai Tengah

    Abdul Latif dijerat dengan dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji pembangunan RSUD Damanhuri Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. KPK menetapkan empat tersangka dalam perkara ini.

    Keempatnya antara lain Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif, Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Hulu Sungai Tengah Fauzan Rifani, dan Direktur Utama PT Sugwira Agung Abdul Basit, yang diduga telah menerima hadiah dalam proyek pembangunan RSUD Damanhuri. Sedangkan sebagai pihak terduga pemberi adalah Direktur Utama PT Menara Agung Donny Witono.

    Tim KPK juga menyita sejumlah barang bukti, yakni rekening koran atas nama PT Sugwira Agung dengan saldo Rp 1,825 miliar dan Rp 1,8 miliar, uang dari brankas di rumah dinas Abdul Rp 65,65 juta, serta uang dari tas Abdul di ruang kerjanya Rp 35 juta. Delapan mobil di rumah dinas Abdul juga disita, di antaranya produksi BMW, Lexus, Cadillac, Rubicon, Hummer, dan Vellfire.

    Baca juga: Sandi Kasus Korupsi Bupati Hulu Sungai Tengah: Udah Seger Kan?

    Febri enggan berspekulasi ihwal sumber kepemilikan delapan mobil di rumah Bupati Hulu Sungai Tengah tersebut. Ia mengatakan tim KPK masih berfokus pada perkara suapnya. "Kita fokus dulu ke dugaan suapnya," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.