Minggu, 27 Mei 2018

Aher Imbau Warga Tak Ragu Ikut Vaksinasi Difteri

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menjalani vaksinasi difteri di rumah dinas gubernur, Gedung Negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, Sabtu, 6 Januari 2017. (dok Pemprov Jabar)

    Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menjalani vaksinasi difteri di rumah dinas gubernur, Gedung Negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, Sabtu, 6 Januari 2017. (dok Pemprov Jabar)

    INFO JABAR—Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengimbau masyarakat agar tak ragu melaksanakan vaksinasi difteri. Masyarakat juga diminta aktif mendatangi Puskesmas, Posyandu, atau fasilitas kesehatan lainnya demi mendapatkan layanan imunisasi difteri.

    “Vaksin difteri sudah memiliki sertifikat halal dari MUI," kata Aher usai menjalani vaksinasi difteri di rumah dinas  gubernur, Gedung Negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Sabtu, 6 Januari 2017. Dalam kesempatan tersebut, semua anggota keluarga Ahmad Heryawan juga menjalani vaksinasi.   

    Aher, sapaan akrab gubernur, menjelaskan, pada 2018, Outbreak Response Immunization (ORI) dilakukan di 18 kabupaten/kota di Jawa Barat yang menyandang status kejadian luar biasa (KLB), di antaranya Garut, Karawang, Depok, Cirebon, Kabupaten Bogor, Cianjur, Ciamis, Kota Bandung, Purwakarta, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, serta Kota Sukabumi.

    Di luar program ORI atau vaksinasi secara serentak, kata Ahmad, masyarakat mendapatkan pelayanan imunisasi difteri di fasilitas kesehatan mana pun di setiap kabupaten/kota di Jawa Barat.

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar menyebut vaksinasi difteri adalah upaya memutus mata rantai penyebaran penyakit difteri. Daerah-daerah positif KLB, ucap dia, dipastikan akan dilaksanakan ORI. “Pemberian vaksin difteri secara serentak harus selesai pada 2018 ini,” ujar Dodo. (*)


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.