Jokowi: Keputusan Soal Khofifah Diambil Kalau Surat Sudah di Meja

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberi sambutannya saat beraudiensi dengan 88 Raja dan Sultan se-Nusantara di Istana Bogor, Jawa Barat, 4 Januari 2018. Pertemuan ini dihadiri 88 raja dan sultan dari seluruh Indonesia, yakni 20 dari Sumatera, 17 dari Jawa, 3 dari Bali, 5 dari NTT, 4 dari NTB, 10 dari Kalimantan, 18 dari Sulawesi, 9 dari Maluku, dan 2 dari Papua. Foto/Biro Pers Istana Kepresidenan.

    Presiden Joko Widodo memberi sambutannya saat beraudiensi dengan 88 Raja dan Sultan se-Nusantara di Istana Bogor, Jawa Barat, 4 Januari 2018. Pertemuan ini dihadiri 88 raja dan sultan dari seluruh Indonesia, yakni 20 dari Sumatera, 17 dari Jawa, 3 dari Bali, 5 dari NTT, 4 dari NTB, 10 dari Kalimantan, 18 dari Sulawesi, 9 dari Maluku, dan 2 dari Papua. Foto/Biro Pers Istana Kepresidenan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan surat pengunduran diri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa belum sampai di mejanya. Karena itu dia belum memutuskan terkait status Khofifah yang ingin maju di pemilihan gubernur Jawa Timur.

    "Suratnya nanti sampai ke meja saya nanti saya putuskan ya. Belum sampai ke meja saya," kata Jokowi di Nusa Tenggara Timur sebagaimana siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Senin, 8 Januari 2018.

    Baca juga: Jadi Cagub, Khofifah Sampaikan Surat ke Presiden Jokowi Hari Ini

    Jokowi mengatakan itu saat ditanya wartawan seusai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, Kota Kupang, NTT.

    Lebih jauh Jokowi mengatakan pentingnya proses demokrasi dilakukan dengan mencerminkan karakter-karakter keindonesiaan, yakni karakter yang penuh kesantunan, tidak saling menjelekkan, dan tidak saling mencela.

    "Karakter-karakter itu yang perlu terus kita tumbuhkan, antarkandidat juga jangan sampai saling mencela, jangan saling menjelekkan," ujar Jokowi. Penggunaan kampanye hitam, kata dia, harus betul-betul kita hilangkan dari proses-proses demokrasi di Tanah Air.

    Jokowi mempersilakan kepada para kandidat untuk bersaing secara sehat agar pilkada berlangsung aman dan damai.

    Baca juga: Ditanya Soal Khofifah, Mendagri: Biar Dijawab Presiden

    "Silakan adu prestasi, adu rekam jejak, adu track record, adu ide, adu gagasan, adu program, adu rencana-rencana," ujar Jokowi. Demokrasi di Tanah Air, dia melanjutkan, harus mencerminkan karekter bangsa Indonesia yang ramah, sopan, santun, dan penuh kesantunan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.