Minggu, 22 September 2019

Bukan Risma, Dua Nama Disiapkan Gantikan Azwar Anas

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul, kiri) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjadi pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di pilgub Jawa Timur 2018. Tempo/Putri.

    Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul, kiri) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjadi pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di pilgub Jawa Timur 2018. Tempo/Putri.

    TEMPO.CO, Surabaya – Pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyiapkan sejumlah nama untuk menggantikan Abdullah Azwar Anas sebagai calon wakil gubernur pendamping Saifullah Yusuf di pemilihan Gubernur Jawa Timur mendatang. Azwar Anas mundur setelah diterpa kampanye hitam.

    Ketua Dewan Pengurus Daerah PDIP Jawa Timur Kusnadi menyatakan sedang berkoordinasi dengan para pengurus partai. Setidaknya ada tiga nama kader PDIP Jawa Timur yang disiapkan menjadi pengganti Anas. “Menurut saya, ada beberapa personel DPD Jatim yang mungkin pas menggantikan Pak Anas,” ujar Kusnadi, kepada wartawan di kantor DPD PDIP Jawa Timur, Sabtu, 6 Januari 2018.

    Sebelumnya, tiga nama itu adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Ngawi Budi 'Kanang' Sulistyono, dan anggota DPR RI daerah pemilihan Madura, Said Abdullah. Namun, karena Risma menolak, akhirnya tersisa dua nama.

    Baca: Ketika Risma Emoh Gantikan Azwar Anas Maju Pilgub Jatim

    Kusnadi menyebut nama-nama tersebut dinilai yang paling memungkinkan untuk diajukan dengan beberapa pertimbangan. Bupati Ngawi Kanang, misalnya, dianggap sebagai kader dengan figur yang mewakili kedaerahan. “Kami mencari figur yang punya representasi kewilayahan. Bupati Ngawi ini representansi Matraman,” tuturnya.

    Lalu Said Abdullah dinilai potensial karena mewakili suara warga di Pulau Madura. “Karena pemilih dari Madura ini suaranya sekitar 30 persen untuk pilkada Jatim,” kata Kusnadi.

    Baca: Azwar Anas Tulis Surat Mundur Saat Subuh, Begini Isi Suratnya...

    Meski kader PDIP tersebut sama-sama berpeluang, Kusnadi mengakui elektabilitas dan popularitas Risma yang tertinggi dari ketiga nama itu. Bahkan, kata dia, lebih tinggi dibanding Anas. “Itu kalau masyarakat Surabaya rela dan Bu Risma mau, memang yang paling pas Bu Risma.”

    Kusnadi optimistis persoalan pemilihan sosok pengganti Azwar Anas di pilkada Jawa Timur dapat diatasi dengan mudah. DPP PDIP sendiri yang akan menghubungi calon-calon berkualitas. “Selama tiga hari ini kami siaga, nanti barangkali tiba-tiba ada perintah mendadak,” ujarnya.

    Menurut Kusnadi, koalisi PKB dan PDIP tidak akan pecah. Pihaknya terus menjalin komunikasi dengan partner koalisi, PKB.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.