KSAL Ingin Ada Kesetaraan Gender di TNI AL

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KSAL Laksamana TNI Ade Supandi (kanan) menandatangani prasasti disampingi Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) Buyung Lalana (tengah) dan Aslog KSAL Laksamana Muda TNI Mulyadi (kiri) ketika peresmian markas komando batalyon infanteri-1 (Yonif-1) Marinir di Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, 8 April 2016. ANTARA FOTO

    KSAL Laksamana TNI Ade Supandi (kanan) menandatangani prasasti disampingi Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) Buyung Lalana (tengah) dan Aslog KSAL Laksamana Muda TNI Mulyadi (kiri) ketika peresmian markas komando batalyon infanteri-1 (Yonif-1) Marinir di Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, 8 April 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi mendorong terciptanya kesetaraan gender dalam organisasi TNI AL.

    "Korps Wanita Angkatan Laut atau Kowal terus menata diri pada usianya yang ke-55," ucapnya kepada wartawan setelah menghadiri hari ulang tahun Kowal ke-55 di Markas Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Timur (Koarmatim), Surabaya, Jumat, 5 Januari 2018.

    Ade mengatakan TNI AL terus menggalakkan program kesetaraan gender. "Prajurit Kowal tidak bisa mengabaikan fitrah dirinya sebagai seorang perempuan," ujarnya.

    Perwira tinggi bintang empat kelahiran Batujajar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ini memastikan prajurit Kowal bisa mengisi berbagai jabatan penting di organisasi TNI AL.

    Dia mencontohkan, prajurit Kowal saat ini sudah ada yang menjabat Komandan Kapal Patroli Pusat Pengendalian (Puskodal) TNI AL.

    Baca: Pengadaan Alutsista, Heli Apache TNI AD Tiba pada Maret 2018

    "Selain itu, banyak yang mengelola sistem informasi dan komputer. Di bagian administrasi malah lebih banyak lagi," ucapnya.

    Tak cuma itu, tutur Ade, prajurit Kowal saat ini juga ada yang bertugas di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

    "Tahun lalu, kami juga telah melahirkan pilot wanita," katanya. Selain itu, ucap dia, prajurit-prajurit wanita TNI AL harus bisa terjun payung.

    Prajurit Kowal pun memiliki banyak prestasi. Alumnus Akademi Angkatan Laut tahun 1983 itu menyatakan banyak prajurit Kowal yang dimanfaatkan oleh provinsi di daerahnya, seperti Jawa Timur dan Jawa Barat, untuk bertanding di Pekan Olahraga Nasional atau PON di berbagai cabang olahraga.

    "Bahkan ada prajurit Kowal dari cabang olahraga renang laut yang berprestasi sampai tingkat SEA Games," ujarnya.

    Namun, secara keseluruhan, diakui Ade, personel wanita TNI AL masih terbilang minim.

    "Kira-kira personel wanita TNI Angkatan Laut saat ini hanya 3 persen. Kami dorong agar bisa mencapai 15 persen dan secara bertahap bisa terus bertambah," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.