Sabtu, 17 November 2018

Pengadaan Alutsista, Heli Apache TNI AD Tiba pada Maret 2018

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter serang buatan Boeing, Apache AH-64D sangat terkenal kecanggihan dan kemampuannya. Apache membawa rudal udara ke permukaan Hellfire dan roket Hydra 70 untuk menghancurkan target-target di darat.Apache juga dapat membawa rudal udara ke udara Stinger, AIM-9 Sidewinder, Mistral, dan Sidearm. wikipedia.org

    Helikopter serang buatan Boeing, Apache AH-64D sangat terkenal kecanggihan dan kemampuannya. Apache membawa rudal udara ke permukaan Hellfire dan roket Hydra 70 untuk menghancurkan target-target di darat.Apache juga dapat membawa rudal udara ke udara Stinger, AIM-9 Sidewinder, Mistral, dan Sidearm. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - TNI AD menambah alat utama sistem pertahanan atau alutsista pada tahun ini berupa helikopter serang AH-64E Apache. Helikopter yang datang dalam gelombang kedua ini tiba di Indonesia pada Maret 2018. Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono mengatakan lima helikopter yang dibeli dari Amerika Serikat itu datang dalam dua tahap. "Rencananya delapan, baru tiga yang datang, sisanya di Maret tahun ini," kata Mulyono di Balai Kartini, Jumat, 5 Januari 2018.

    Baca juga: Pengamat: TNI AD Butuh Alutsista Tank di Wilayah Perbatasan

    Gelombang pertama pengiriman helikopter tersebut menggunakan pesawat C-17 Globe Master ke Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani, Semarang. Pengadaan helikopter tersebut berkaitan dengan pencapaian target Minimum Essential Force (MEF) juga memperbarui alutsista TNI AD.

    Ihwal pengadaan alutsista tersebut, Mulyono menuturkan TNI AD mengikuti segala prosedur jika Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hendak mengaudit pembelian helikopter tersebut. "Terserah BPK prosedurnya gimana," ucapnya.

    Menurut Mulyono, untuk urusan pengadaan senjata berada dalam koridor Kementerian Pertahanan (Kemenhan). TNI AD, kata Mulyono berada di bawah Markas Besar TNI dan Kemenhan. "Audit dan sebagainya disesuaikan Kemenhan," ujar dia.

    Baca juga: BPK: Audit Pengadaan Alutsista Masih Berjalan

    Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memetakan prioritas
    alokasi pembagian alutsista. Pemetaan tersebut, kata dia, akan digunakan untuk membagi skala prioritas realisasi alutsista dalam rencana strategis kedua. "Sehingga paling tidak 30 persen alutsista yang harus diterima oleh Angkatan Darat," ucap Hadi di Markas Komando Pasukan Khusus TNI AD, Senin, 18 Desember 2017.

    MEF merupakan proses untuk modernisasi alutsista Indonesia. Sejak dicanangkan oleh pemerintah Indonesia pada 2007, MEF dibagi menjadi tiga rencana strategis hingga 2024. Selain itu, terdapat tiga komponen postur, yaitu kekuatan, gelar (persebaran penempatan), dan kemampuan prajurit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.