KPK Umumkan Status Hukum 6 Orang Hasil OTT di Kalsel Siang Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah, mengatakan komisi antirasuah akan menentukan status hukum enam orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, dan Surabaya, Jawa Timur. Saat ini, enam orang tersebut menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta Selatan.

    “Setelah pihak yang diamankan diperiksa secara intensif, dilakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum mereka. Hasilnya direncanakan akan diumumkan setelah salat Jumat nanti,” kata Febri kepada wartawan di kantornya pada Jumat, 5 Januari 2018.

    Baca: KPK Gelar OTT terhadap Bupati Hulu Sungai Tengah

    Enam orang tersebut telah dibawa tim penindakan ke KPK pada Kamis malam, 4 Januari 2018. Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, tim KPK memiliki waktu maksimal 24 jam dalam menentukan status hukum mereka, apakah layak ditetapkan sebagai tersangka atau tidak. “KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status mereka dan penanganan perkara ini,” ujarnya.

    Sebanyak lima orang ditangkap di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan satu lain ditangkap di Surabaya. Mereka terdiri atas kepala daerah, pihak swasta, dan pejabat pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

    Baca: OTT di Kalsel, KPK Temukan Uang Miliaran Rupiah

    Dari operasi tangkap tangan tersebut, Febri menyebutkan tim menemukan duit senilai miliaran rupiah yang diduga terkait dengan proyek pembangunan rumah sakit. "Dari info yang didapat, uang tersebut lebih dari Rp 1 miliar dan diduga terkait dengan proyek pembangunan rumah sakit di daerah tersebut," tutur Febri.

    Saat operasi tangkap tangan, tim juga menemukan barang bukti uang ratusan juta yang diduga bagian dari commitment fee dari proyek tersebut. Sejumlah dokumen pun disita dari kantor bupati dan ruang administrasi Rumah Sakit Umum Daerah Damanhuri Barabai. Dua lokasi itu kini telah disegel KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.