PKS: Hoax Membangun Itu ibarat Es yang Lagi Panas

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 09-nas-SohibulIman

    09-nas-SohibulIman

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernyataan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang baru dilantik Djoko Setiadi soal hoax membangun memicu banyak reaksi, termasuk di kalangan politikus. Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman menanggapi pernyataan hoax membangun dengan kelakar. Menurut Sohibul Iman, pernyataan Kepala Badan Siber Djoko Setiadi soal hoax membangun ibarat es yang lagi panas.

    "Sulit membayangkan ada es panas," kata Sohibul di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 4 Januari 2018.

    Baca: Kepala Badan Siber dan Sandi Negara: Hoax Membangun, Silakan Saja

    Menurut Sohibul, hoax sendiri berasal dari kata hocus yang berarti menipu atau tipuan. Dengan begitu, ia pun mempertanyakan apa yang coba disampaikan oleh Djoko. "Ada tidak menipu yang membangun? Saya tidak tau itu, tolong tanyakan ke dia (Djoko)," tutur Sohibul.

    Djoko Setiadi melontarkan istilah hoax membangun kepada wartawan setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana, Rabu kemarin. Saat itu, kepada wartawan, Djoko mengaku dia tidak mempermasalahkan apabila masyarakat membuat kabar bohong atau hoax yang positif dan membangun.

    Djoko mengatakan hoax di media sosial ada dua macam. Pertama, hoax yang positif, dan kedua, hoax yang negatif. "Kalau itu hoax membangun, ya, silakan saja. Tapi jangan terlalu proteslah, menjelek-jelekanlah. Yang tidak pantas disampaikan sebaiknya dikurangi," kata Djoko.

    Baca: T.B. Hasanuddin Anggap Djoko Setiadi Tak Paham Pengertian Hoax

    Sontak pernyataannya ini menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian warganet. Sampai saat ini tanda tagar #hoaxmembangun pun kerap digunakan untuk mencibir kalimat yang dilontarkan Djoko tersebut dan menjadi trending topic nomor 1 di Twitter.

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang juga Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, T.B. Hasanuddin, ikut berkomentar. Menurut Hasanuddin, Kepala Badan Siber Djoko tak memahami hoax, juga tak memahami posisinya sebagai Kepala Badan Siber yang bukanlah lembaga hukum. "Pengertian hoax saja sudah negatif, lantaran bersifat fitnah, memutarbalikkan, dan pencemaran nama baik. Jadi, bagaimana mungkin hoax bisa diartikan positif," tuturnya.

    ADAM PRIREZA | M. HENDARTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.