Polisi Jelaskan Alasan Aktivis Papua Merdeka Sempat Diperiksa

Tahanan politik Filep Karma keluar dari Lapas Klas IIA Abepura, Jayapura, 19 November 2015. ANTARA/Indrayadi TH

TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis Papua Merdeka, Filep Jacob Semuel Karma sempat ditahan Kepolisian Bandara Soekarno Hatta pada Selasa malam, 2 Januari 2018. Dia dimintai keterangan lantaran kedapatan menggunakan atribut kertas mirip pin di dadanya yang diduga gambarnya seperti bendera bintang kejora.

"Tadi malam kami Polres Bandara Soekarno Hatta telah menerima orang yang dibawa oleh Polisi Militer Angkatan Udara dan Aviation Security (Avsec)," kata Kepala Kepolisian Resor Bandara Soekarno Hatta Komisaris Besar Akhmad Yusep Gunawan di Kantor Kepolisian Daerah Metro Jaya pada Rabu, 3 Januari 2018.

Baca: Pakai Pin Bintang Kejora, Aktivis Papua Merdeka Diinterogasi TNI

Saat itu, kata Yusep, Filep baru tiba di Jakarta dan akan melanjutkan penerbangannya ke Jerman. Dia mengatakan Filep hendak menghadiri acara konferensi soal Hak Asasi Manusia di sana.

Bekas tahanan politik itu pun kemudian ditanyai mengenai maksud dan tujuannya mengenakan gambar bintang kejora itu. "Dia menyampaikan mengenakannya karena sebatas senang saja, tidak ada niatan apa-apa," kata Yusep.

Lantaran dalam pemeriksaan tak ditemukan aktivitas pidana, menurut Yusep, Filep pun akhirnya dilepas oleh pihak kepolisian. "Kami juga sempat memanggil keluarga dan pengacaranya. Sekarang sudah kami serahkan ke pengacara," ujarnya.

Baca: Ini Alasan Kemenhukham Bebaskan Tapol Papua Filep Karma

Filep Karma adalah pejuang pembebasan Papua yang ditangkap pada 1 Desember 2004, ketika menaikkan bendera Bintang Kejora. Bintang Kejora merupakan bendera Organisasi Papua Merdeka yang pernah dikibarkan di Lapangan Trikora, Abepura. Filep berorasi serta mengungkapkan kritik dan kekecewaannya terhadap berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.

Ia kemudian dijatuhi hukuman penjara 15 tahun akibat perbuatannya tersebut. Namun Filep dibebaskan pada 19 November 2015 atau hanya menjalani hukuman selama 10 tahun 11 bulan.






Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

10 jam lalu

Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

Tokoh Gereja Kristen Indonesia di Tanah Papua itu meminta masyarakat tidak melakukan provokasi dalam bentuk apa pun dalam kasus Lukas Enembe.


KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

1 hari lalu

KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

1.800 personel polisi disiagakan mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat setelah KPK mengeluarkan panggilan kedua ke Lukas Enembe


Polisi Tangkap Tersangka Pemasok Senjata dan Amunisi KKB di Timika

1 hari lalu

Polisi Tangkap Tersangka Pemasok Senjata dan Amunisi KKB di Timika

Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2022 kembali mengungkap jaringan pemasok senjata dan amunisi KKB Intan Jaya di Mimika.


Satu Korban Mutilasi oleh Anggota TNI di Papua Ternyata Masih Anak di bawah Umur

2 hari lalu

Satu Korban Mutilasi oleh Anggota TNI di Papua Ternyata Masih Anak di bawah Umur

KontraS mengatakan, tuduhan aparat yang mengatakan empat korban mutilasi di Papua terlibat gerakan separatis tidak terbukti.


OPM Sebut Tembak Mati 2 Prajurit TNI di Intan Jaya, Kapendam Cendrawasih: Hoaks

3 hari lalu

OPM Sebut Tembak Mati 2 Prajurit TNI di Intan Jaya, Kapendam Cendrawasih: Hoaks

TNI membantah klaim OPM soal dua tentara yang tewas ditembak di Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kapendam Cendrawasih sebut kabar itu hoaks.


KPK Jadwalkan Pemeriksaan Lukas Enembe Senin, 26 September 2022

3 hari lalu

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Lukas Enembe Senin, 26 September 2022

KPK telah melayangkan surat panggilan kedua untuk Gubernur Papua Lukas Enembe. Pemeriksaan Lukas akan dilakukan pada pekan depan, 26 September 2022.


Begini Kronologi Pelanggaran HAM Berat Kasus Paniai Versi Dakwaan Kejagung

4 hari lalu

Begini Kronologi Pelanggaran HAM Berat Kasus Paniai Versi Dakwaan Kejagung

Empat orang tewas dalam kasus Paniai. Bermula dari cekcok antara anggota TNI dan warga.


Keluarga Korban Kasus Paniai Disebut Menolak Terlibat Proses Persidangan

4 hari lalu

Keluarga Korban Kasus Paniai Disebut Menolak Terlibat Proses Persidangan

Koalisi Masyarakat Sipil Pemantau Kasus Paniai 2014 menyatakan keluarga korban ragu persidangan kasus ini akan membawa keadilan.


Kasus Lukas Enembe: Begini Ketentuan Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang Menurut UU

4 hari lalu

Kasus Lukas Enembe: Begini Ketentuan Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang Menurut UU

Kasus pencucian uang yang menyeret Gubernur Papua Lukas Enembe menyita perhatian. Bagaimana ketentuannya dalam UU?


KPK Duga Lukas Enembe Punya Penghubung di Singapura

4 hari lalu

KPK Duga Lukas Enembe Punya Penghubung di Singapura

KPK menduga Gubernur Papua Lukas Enembe punya penghubung di Singapura. KPK sudah mengantongi nama penghubung tersebut.