Mantan KSAU Diperiksa sebagai Saksi Kasus Helikopter AW 101

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) TNI Angkatan Udara (AU), Agus Supriatna, usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta Selatan, 3 Januari 2018. TEMPO/Lani Diana

    Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) TNI Angkatan Udara (AU), Agus Supriatna, usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta Selatan, 3 Januari 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) TNI Angkatan Udara Marsekal (Purnawirawan) Agus Supriatna. Agus diperiksa sebagai saksi terkait dengan kasus tindak pidana korupsi pengadaan helikopter AW 101 di TNI AU pada 2016-2017.

    "Diperiksa untuk tersangka IKS," kata Febri dalam keterangannya pada Rabu, 3 Januari 2018.

    Baca: Kasus Helikopter AW 101, Pengacara: Eks KSAU Absen Karena Umrah

    Agus datang mengenakan kemeja biru dan jaket hitam. Dia datang sekitar pukul 09.30 WIB. Dalam pemeriksaan itu, Agus diperiksa untuk tersangka Direktur PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh.

    Sebelumnya, KPK pernah melayangkan pemanggilan pemeriksaan kepada Agus. Namun dia mangkir dari pemeriksaan yang dijadwalkan pada Senin, 27 November 2017.

    Baca: Mantan KSAU Mangkir Panggilan POM TNI, Ini Kata Jenderal Gatot

    Saat itu, ucap Febri, rencananya Agus diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh. PT Diratama merupakan perusahaan rekanan TNI dalam pengadaan helikopter.

    KPK, ujar Febri, masih menangani perkara dugaan korupsi pengadaan helikopter AW 101 dengan tersangka Irfan. Penyidikan ini beriringan dengan penyidikan yang dilakukan Polisi Militer TNI. "Kalaupun ada proses pengembangan di pihak penyidikan oleh POM TNI, tentu saja itu kewenangan POM TNI," tuturnya.

    Tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan helikopter AW 101 diperkirakan merugikan keuangan negara senilai minimal Rp 220 miliar. Adapun nilai anggaran proyek tersebut sebesar Rp 738 miliar. Pengungkapan kasus ini dianggap buah kerja sama antara TNI dan KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?