Edy Rahmayadi: Mayjen Doni Monardo itu Nomor Satu di Leting Saya

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jendral Edy Rahmayadi memeriksa pasukan saat apel pasukan pengamanan kunjungan Raja Arab Saudi dan KTT IORA, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, 28 Februari 2017. Foto: Pusat Penerangan Mabes TNI

    Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jendral Edy Rahmayadi memeriksa pasukan saat apel pasukan pengamanan kunjungan Raja Arab Saudi dan KTT IORA, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, 28 Februari 2017. Foto: Pusat Penerangan Mabes TNI

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal Edy Rahmayadi menanggapi calon kuat yang disebut bakal menggantikan dirinya yaitu Mayor Jenderal Doni Monardo. Menurut Edy, Mayjen Doni adalah orang yang berprestasi. "Saat ini (Doni) nomor satu di leting saya," katanya pada Tempo, Ahad, 31 Januari 2017.

    Edy mengatakan soal penggantinya ia serahkan sepenuhnya pada Kepala Staf Angkatan Darat."Nanti dulu, nanti tanya sama KSAD," ucapnya.

    Namun menurut Edy, orang yang paling tepat untuk menggantikannya ialah perwira yang berasal dari Kostrad. "Kriteria pengganti saya harus orang Kostrad, harus terkualifikasi orang Kostrad, kalau dari orang Kostrad pasti sudah tahu kerjanya Kostrad," tutur Edy.

    Baca juga: KSAD Restui Edy Rahmayadi Ikut Pilgub Sumut 2018

    Adapun Doni Monardo saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi (Pangdam Siliwangi). Sebelumnya ia merupakan Pandam Pattimura. Doni Monardo juga pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) serta Komandan Pasukan Pengamanan Presiden atau Dan Paspampres.

    Nama Doni Monardo disebut sebagai calon kuat pengganti Edy Rahmayadi oleh
    Guru Besar yang juga pengamat militer dari Universitas Pertahanan, Salim Said.

    Kursi Pangkostrad akan kosong setelah Edy Rahmayadi mengajukan surat pensiun dini. KSAD Jenderal Mulyono mengatakan sudah menyetujui pensiun dini Edy. Edy Rahmayadi mengajukan pensiun dini untuk maju sebagai calon gubernur di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018.

    Mulyono mengatakan tidak masalah dengan keinginan Edy Rahmayadi yang ingin menjadi Gubernur Sumatera Utara. Dia menuturkan proses pengajuan pensiun dini Edy sudah sampai padanya. "Tinggal ke Panglima," ucapnya.

    Baca juga: Dua Poin Teguran Bawaslu Sumut untuk Edy Rahmayadi

    Edy Rahmayadi berujar, terkait dengan jabatan sebagai Pangkostrad, tongkat komando akan diserahkan ke KSAD jika saat mendaftar nanti belum ada penggantinya. Kalau sudah ditunjuk siapa Pangkostradnya, ia melanjutkan, baru akan sertijab. "Begitu aturannya di TNI," kata Edy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.