Mendagri Tjahjo: 3 Masalah Pelayanan E-KTP Sudah Teratasi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantre untuk melakukan pendaftaran perekaman data KTP Elektronik di stan Dinas Dukcapil DKI Jakarta dalam arena Nusantara Expo dan Forum 2017, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 20 Oktober 2017. Pelayanan kepengurusan e-KTP oleh Dukcapil DKI Jakarta dan Kementerian Dalam Negeri bagi warga dari dalam maupun luar Jakarta itu untuk mempermudah warga dalam melakukan perekaman data atau pengambilan e-KTP. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Warga mengantre untuk melakukan pendaftaran perekaman data KTP Elektronik di stan Dinas Dukcapil DKI Jakarta dalam arena Nusantara Expo dan Forum 2017, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 20 Oktober 2017. Pelayanan kepengurusan e-KTP oleh Dukcapil DKI Jakarta dan Kementerian Dalam Negeri bagi warga dari dalam maupun luar Jakarta itu untuk mempermudah warga dalam melakukan perekaman data atau pengambilan e-KTP. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengklaim ada perkembangan yang signifikan sepanjang 2017 terkait dengan perekaman dan pencetakan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. Tiga masalah yang menjadi kendala pelayanan e-KTP, yaitu pengadaan blangko, pemeliharaan sistem penunggalan data, dan pengadaan lisensi telah teratasi.

    Pada triwulan ke-4 2017, kata Tjahjo, telah dilakukan penandatanganan kontrak annual technical support (ATS), pengadaan lisensi, dan kontrak pengadaan blangko e-KTP. "Semua hasil perekaman KTP-el sudah dapat ditunggalkan dan dicetak pada hari yang sama," kata Tjahjo dalam keterangan pers Kilas Balik Pelayanan Administrasi Kependudukan 2017, Ahad, 31 Desember 2017.

    Dengan demikian penggunaan surat keterangan yang selama ini sebagai pengganti tanda identitas secara berangsur bisa diganti dengan e-KTP. "Karena blangko KTP-el tersedia dengan jumlah yang cukup di seluruh Indonesia," ucapnya.

    Kementerian Dalam Negeri meminta seluruh kepala dinas untuk segera mencetak semua hasil perekaman e-KTP. Sebab jumlah blanko yang tersedia sudah cukup dan telah didistribusikan ke daerah-daerah.

    Baca juga: Menteri Tjahjo: Identitas Ganda Hambat Pembuatan E-KTP

    Adapun bagi daerah yang blanko e-KTP akan habis diminta segera mengambil ke pusat. Saat ini di Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil tersedia 2,7 juta keping blanko e-KTP.

    Menurut Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakhrulloh, kondisi ini membawa dampak positif di pelbagai daerah. Masyarakat, kata dia, antusias mendatangi pusat pelayanan perekaman.

    “Di sisi lain tampak kegairahan instansi pelaksana dan berbagai komponen bangsa untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan administrasi kependudukan terutama rekam cetak KTP-el," kata Zudan.

    Zudan menuturkan dalam kurun dua bulan terakhir, setidaknya ada tiga acara besar pelayanan perekaman e-KTP, seperti Nusantara Expo di Taman Mini Indonesia Indah, Korpri Expo di Pasar Minggu, dan Perempuan Peduli Pelayanan Publik di Samarinda dan Balikpapan.

    Baca juga: Mendagri Tjahjo: Kami Akan Buka Layanan E-KTP di Mal dan Sekolah

    Selain itu, di sejumlah daerah dibuka pula pelayanan saat acara car free day, di pusat perbelanjaan, dan pelayanan pada hari libur.

    Tjahjo Kumolo meyakinkan dengan perkembangan yang positif ini, sisa target perekaman bagi wajib e-KTP sebanyak 3 persen atau setara dengan 6 jutaan penduduk bisa dapat diselesaikan pada akhir 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.