Senin, 28 Mei 2018

Hendropriyono Sebut Mobil Nasional Esemka Meluncur pada 2018

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia, Hendropriyono dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 PKP Indonesia di Jakarta, 15 Januari 2017. Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan harapannya untuk PKPI ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia, Hendropriyono dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 PKP Indonesia di Jakarta, 15 Januari 2017. Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan harapannya untuk PKPI ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, JakartaMobil nasional bermerek Esemka bakal diluncurkan pada 2018. Mobil ini diproduksi PT Adiperkasa Citra Lestari yang dikomandani mantan Kepala Badan Intelejen Negara AM Hendropriyono.

    “Mobil nasional, itu tugas untuk saya. Dan sepenuhnya tidak ada fasilitas (negara). Kerja sendiri, cari kredit sendiri, bangun sendiri. Tapi untung banyak teman,” kata Hendropriyono di Yogyakarta, Sabtu malam, 30 Desember 2017.

    Baca juga: Mimpi Mobil Nasional Hendropriyono

    Hendropriyono mengatakan tahapan untuk memproduksi mobil nasional sudah dilakukan. Semua elemen mulai dari mesin, interior hingga eksterior mobil diproduksi sendiri tanpa keterlibatan pemerintah maupun perusahaan asing.

    "Modal sendiri, kerja sendiri, mesinnya bikinan sendiri, apalagi karoseri. Tidak ada fasilitas dari negara," kata Hendro.

    Tak tangung-tanggung, produksi mobil nasional ini akan lebih dari 1.000 unit berbagai varian. Mesinnya di atas 1.000 cc. Soal marketing, Hendropriyono mengaku punya pengalaman karena pernah menjadi petinggi perusahaan mobil asal Korea.

    "Tahun depan, paling lambat pertengahan tahun sudah diresmikan. Merek-nya Esemka, sama dengan inisiatif Presiden Jokowi dulu waktu masih jadi Wali Kota Solo," kata dia.

    Baca juga: Bikin Mobil Proton, Perusahaan Hendro Dulunya Milik Notaris  

    Hendropriyono menyatakan harga satu unit mobil nasional yang ditawarkan cukup terjangkau kantong masyarakat Indonesia. Namun ia belum bersedia menyebut angkanya.

    Bahkan, Hendropriyono tertantang untuk memproduksi mobil bermesin listrik. Namun untuk tahap awal mesin masih menggunakan bahan bakar minyak. “Saya diminta untuk membuat mobil listrik supaya tidak ketinggalan zaman, saya masih kukur-kukur dulu,” kata dia sambil tertawa.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.