Minggu, 22 September 2019

Mayjen Doni Monardo Disebut Calon Kuat Pengganti Edy Rahmayadi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Danjen Kopassus, Mayjen TNI Doni Monardo (kanan) saat acara syukuran HUT ke-63 Kopassus di Cijantung, Jakarta, 29 April 2015. Syukuran dan silaturahmi tersebut dihadiri para purnawirawan Kopassus, tokoh eks Gerakan Aceh Merdeka, Organisasi Papua Merdeka, dan para tokoh Timor-timur. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Danjen Kopassus, Mayjen TNI Doni Monardo (kanan) saat acara syukuran HUT ke-63 Kopassus di Cijantung, Jakarta, 29 April 2015. Syukuran dan silaturahmi tersebut dihadiri para purnawirawan Kopassus, tokoh eks Gerakan Aceh Merdeka, Organisasi Papua Merdeka, dan para tokoh Timor-timur. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar yang juga pengamat militer dari Universitas Pertahanan, Salim Said mengatakan ada satu perwira TNI Angkatan Darat yang paling berpotensi untuk menggantikan Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat atau Pangkostrad. "Yang pantas, Mayjen Doni Monardo," katanya pada Tempo, Sabtu, 30 Desember 2017.

    Salim mengatakan, Doni Monardo saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi. Sebelumnya dia menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus juga Komandan Pasukan Pengamanan Presiden.

    Baca juga: Edy Rahmayadi: Saya Ingin Jadi Gubernur Sumut, Bukan KSAD

    Pengajuan pensiun dini Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Edy Rahmayadi telah disetujui oleh Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono. Edy Rahmayadi mengajukan pensiun dini untuk maju sebagai calon gubernur di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018.

    Mulyono mengatakan tidak masalah dengan keinginan Edy Rahmayadi yang ingin menjadi Gubernur Sumatera Utara. Dia menuturkan proses pengajuan pensiun dini Edy sudah sampai padanya. "Tinggal ke Panglima," ucapnya.

    Edy berujar, terkait dengan jabatan sebagai Pangkostrad, tongkat komando akan diserahkan ke KSAD jika saat mendaftar nanti belum ada penggantinya. Kalau sudah ditunjuk siapa Pangkostradnya, ia melanjutkan, baru akan sertijab. "Begitu aturannya di TNI," kata Edy.

    Baca juga: Panglima TNI Diganti, Pangkostrad Ajukan Pensiun Dini

    Letnan Jenderal Edy Rahmayadi mengaku tidak tertarik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Sebab, kata Edi, dia akan segera mendaftar sebagai calon Gubernur Sumatera Utara. Edy berujar keinginannya menjadi Gubernur Sumatera Utara sudah final. Keputusan itu, kata dia, tidak bisa diubah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.