Minggu, 15 September 2019

Mundur dari Polri, Murad Ismail Daftar Cagub Maluku 8 Januari

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kedua kiri) menyerahkan surat rekomendasi kepada pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Murad Ismail (tengah) dan Barnabas Orno(kanan) seusai mengumumkan bakal calon gubernur dan wakil gubernur empat daerah di DPP PDIP, Jakarta, 17 Desember 2017. TEMPO/Ilham Fikri

    Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kedua kiri) menyerahkan surat rekomendasi kepada pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Murad Ismail (tengah) dan Barnabas Orno(kanan) seusai mengumumkan bakal calon gubernur dan wakil gubernur empat daerah di DPP PDIP, Jakarta, 17 Desember 2017. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Ambon - Komandan Korps Brimob Inpektur Jenderal Murad Ismail berencana mendaftarkan diri sebagai calon gubernur Maluku ke Komisi Pemilihan Umum pada 8 Januari 2018. Rencana tersebut diungkapkan setelah jenderal bintang dua itu memperoleh izin dari Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian.

    Juru bicara Murad Ismail, M Azis Tunny mengatakan Murad masih harus menyelesaikan sejumlah pekerjaan sebelum resmi mundur. “Ada beberapa tanggungjawab pada institusi untuk diselesaikan di penghujung tahun 2017, Kapolri juga sudah mengizinkan secara resmi akan dilaksanakan saat mendaftar di KPU nanti, ” kata dia pada Sabtu, 30 Desember 2107.

    Baca: Jenderal Ikut Pilkada, Tito Karnavian: Why Not?

    Murad Ismail telah mengantongi rekomendasi dari enam partai untuk maju di pilgub Maluku 2018. Enam partai itu yakni PPP, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Nasional Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia dan Partai Amanat Nasional. Secara total, ia sudah memiliki 21 kursi di DPRD, dan satu rekomendasi dari Partai Perindo.

    Mantan Kepala Kepolisian Daerah Maluku itu akan berpasangan dengan Barnabas Nataniel Orno, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Maluku Daya dan kader PDIP. Menurut Aziz, kedua figur ini merupakan kombinasi yang ideal.

    Baca: Dibutuhkan Polri, Paulus Waterpauw Batal Ikut Pilgub Papua

    Barnabas Orno dinilai memiliki pengalaman politik dalam pemerintahan. Sedangkan Murad Ismail memiliki kedisiplinan serta ketegasan dengan latar belakang seorang perwira polisi. “Pasangan tersebut akan saling melengkapi dan menguatkan. Dengan latar belakang kepemimpinan, Barnabas Orno memiliki pengalaman pemerintahan sedankan Murad Ismail dengan disiplinya, kita tahu proses pengkaderan kepemimpinan di kepolisian tidak diragukan, ” ujarnya.

    Pemilihan kepala daerah 2018 akan diramaikan oleh sejumlah jenderal aktif dari kesatuan TNI dan Polri. Selain Murad, beberapa nama lainnya adalah Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Inspektur Jenderal Safaruddin serta Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan. Namun belum ada pernyataan resmi terkait majunya dua nama itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.