Pilkada Bogor, Ini Alasan Bima Arya Pilih Direktur KPK Jadi Wakil

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur bidang Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi & Instansi KPK, Dedie A. Rachim. TEMPO/Prima Mulia

    Direktur bidang Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi & Instansi KPK, Dedie A. Rachim. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto telah menentukan pendampingnya untuk bersaing dalam pemilihan Wali Kota Bogor periode 2018-2023. Ia menggandeng Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antarkomisi dan Instansi (PJKAKI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dedie A. Rachim menjadi calon Wakil Wali Kota Bogor.

    Bima mengaku memilih Dedie dengan melihat dan menilai sisi personal wakil yang digandengnya. Ia merasa perlunya sosok pemimpin dari kalangan profesional untuk bersama-sama melanjutkan penataan dan pembenahan Kota Bogor.

    "Saya tidak melihat latar belakang tadi, dikotomi antarpartai dan nonpartai, tapi lebih kepada sosok personal," kata Bima saat dihubungi Tempo, Sabtu, 30 Desember 2017.

    Baca: Dedie A. Rachim, Direktur KPK yang Maju Pilkada Bersama Bima Arya

    Bima mengaku ada ikatan persahabatan antara keluarganya dan keluarga Dedie. Kakek Bima dan kakek Dedie bersahabat. Bima juga beberapa kali mengundang Dedie dan memintanya memberikan materi ihwal reformasi birokrasi kepada jajaran Pemerintah Kota Bogor.

    Karena itu, mudah bagi Bima menilai seperti apa personal Dedie. Bima melihat ada tiga kriteria yang dimiliki Dedie untuk melengkapinya bila terpilih memimpin Bogor kembali.

    Pertama, Bima merasakan cinta Dedie terhadap Bogor. Hal itu tampak ketika Bima berinteraksi dengan pendampingnya itu untuk membahas perkembangan Bogor. "Bogoh ka Bogor (cinta kepada Bogor). Ini modal utama," ujar Bima.

    Baca: Jadi Calon Wakil Wali Kota Bogor, Direktur KPK Mengundurkan Diri

    Kriteria kedua, sikap Dedie yang santun dan bersahaja. Sikap ini dinilai penting agar bisa diterima seluruh masyarakat Bogor.

    Kriteria ketiga berhubungan dengan kinerja Dedie. Bima berpendapat, Dedie adalah pekerja keras yang lurus, profesional, dan berintegritas. Dedie pun dianggap memahami betul permasalahan pemerintahan daerah karena kerap berinteraksi dengan pemerintah daerah. "Ini petunjuk Allah. Hasil istikharoh," ucap Bima.

    Demi mendampingi Bima Arya, Dedie telah memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur PJKAKI KPK. Informasi pengunduran Dedie telah disampaikan kepada pimpinan KPK pada 27 Desember 2017.

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menuturkan Dedie pernah menjabat Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK. Sewaktu menjabat Direktur Dikyanmas, kata Febri, tugas Dedie banyak bersentuhan dengan masyarakat dan pemerintah. "Untuk membangun pendidikan antikorupsi dan menanamkan nilai integritas," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.