Deddy Mizwar Balas Pesan Fahri Hamzah: Aku Akan Terus Berjuang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deddy Mizwar. TEMPO/Prima Mulia

    Deddy Mizwar. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, membalas pesan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah lewat akun Instagram-nya hari ini. Fahri sebelumnya mengirimkan pesan kepada Deddy yang diceraikan Partai Keadilan Sejahtera demi bergabung ke kubu Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Amanat Nasional.

    “Fahri, aku akan terus berjuang. Integritas adalah jiwaku,” tulis Deddy Mizwar dalam akun Instagram-nya pada Jumat, 29 Desember 2017.

    Baca: PKS Cabut Dukungan, Deddy Mizwar: Sudah Ada Feeling

    Deddy pun menyebut Fahri Hamzah dengan panggilan sahabat dalam pesan itu. Dia mengungkapkan rasa haru dan tangisnya membaca pesan Fahri sebelumnya. “Untuk Fahri Hamzah sahabatku, dua kali aku membaca pesanmu, hanya menyisakan haru dalam rinai tangisku,” tulis Deddy.

    PKS dan Deddy Mizwar memiliki hubungan yang baik. Pada pemilihan kepala daerah Jawa Barat sebelumnya, PKS memilih Deddy untuk menemani Ahmad Heryawan yang duduk di kursi gubernur. Fahri Hamzah menjadi salah satu aktor terciptanya duet Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. Ia berhasil merayu Deddy untuk terjun ke dunia politik.

    Baca: Begini Skenario Tiga Poros di Pilgub Jabar 2018

    PKS sebenarnya telah menyatakan mendukung Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu dalam pilkada Jawa Barar 2018. PKS juga bersepakat berkoalisi dengan Partai Demokrat. Namun keputusan itu berubah. PKS memutuskan mundur dan bergabung dengan Gerindra dan PAN untuk mendukung Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

    Meski telah diceraikan PKS, Deddy Mizwar sama sekali tidak menampakkan kemarahannya. "Fahri, bukankah Tuhan telah mengabarkan bahwa dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau belaka? Dan bukankah Tuhan telah mengabarkan agar kita menjadi pribadi pemaaf," tutur Deddy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.